Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemerintah Janji Tak Abaikan Kelas Menengah dan Warga Rentan Miskin

Pemerintah Janji Tak Abaikan Kelas Menengah dan Warga Rentan Miskin
Konferensi pers usai rapat membahas pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Plaza Jamsostek, Senin (27/4/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemerintah menegaskan tidak akan mengabaikan kelas menengah dan warga rentan miskin, dengan fokus awal menyelesaikan pengentasan kemiskinan ekstrem sebelum beralih ke kelompok rentan.
  • Muhaimin Iskandar menyebut angka kemiskinan ekstrem turun dari 1,28 persen menjadi 0,78 persen atau sekitar 2,2 juta jiwa berkat program perlindungan sosial dan bantuan langsung.
  • Pemerintah akan memperkuat koordinasi antarlembaga serta menyinkronkan program agar penanggulangan kemiskinan ekstrem berjalan lebih cepat dan efektif dalam waktu dekat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar memastikan pemerintah tidak akan mengesampingkan kelompok kelas menengah dan masyarakat rentan miskin.

Dia menjelaskan Kemenangan Koordinator (Kemenko) PM saat ini sedang mengejar target pengentasan kemiskinan ekstrem. Sementara penanganan kelas menengah dikoordinasikan secara khusus di bawah Kemenko Perekonomian.

"Kelas menengah akan ada penanganan khusus, terutama di Menko Perekonomian. Tapi pada dasarnya kita sedang mengatasi dulu yang kemiskinan ekstrem dan miskin ini sehingga pekerjaan ini selesai, kita akan masuk pada menghadapi yang rentan miskin," katanya usai rapat tingkat menteri di Plaza Jamsostek, Jakarta, Senin (27/4/2026).

1. Minta waktu untuk menangani kelompok rentan

Konferensi pers usai rapat membahas pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Plaza Jamsostek, Senin (27/4/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
Rapat membahas pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Plaza Jamsostek, Senin (27/4/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Muhaimin meminta para pihak untuk bersabar mengingat masa pemerintahan saat ini baru berjalan selama satu setengah tahun. Dia memastikan pemerintah terus bekerja keras untuk menuntaskan penanganan kemiskinan ekstrem.

Setelah persoalan kemiskinan ekstrem selesai, dia menegaskan pemerintah akan bergerak untuk menangani kelompok masyarakat yang tergolong rentan miskin.

"Tentu pemerintah hari ini baru satu tahun setengah ya. Akan ada saatnya kita bergerak untuk mengatasi yang rentan miskin ini. Sabar. Kita akan terus bekerja keras tetapi yang paling pokok kita tuntaskan dulu yang miskin ekstrem," paparnya.

2. Kemiskinan ekstrem diklaim telah mengalami penurunan

ilustrasi pemukiman kumuh
ilustrasi pemukiman kumuh (vecteezy.com/daniel san martin)

Terkait progres penanganan kemiskinan, Muhaimin menjelaskan seluruh kementerian dan lembaga terus menjalankan langkah-langkah sesuai mandat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Program-program yang dijalankan, baik berupa perlindungan sosial maupun bantuan langsung, disebut telah menunjukkan hasil. Angka kemiskinan ekstrem dilaporkan turun dari 1,28 persen menjadi 0,78 persen.

"Jumlah yang miskin ekstrem hari ini menjadi 2,2 juta dari yang semula 3,56 juta," kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu.

3. Pemerintah pertajam program pengentasan kemiskinan

ilustrasi kemiskinan absolut
ilustrasi kemiskinan absolut (pexels.com/Guduru Ajay bhargav)

Ke depan, pemerintah akan melakukan penajaman (focusing) terhadap target penanggulangan kemiskinan, meliputi sinkronisasi program, kolaborasi antarlembaga, serta penentuan lokasi pelaksanaan yang lebih terarah agar percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem bisa terwujud.

Di menyatakan keyakinannya dalam waktu satu minggu, seluruh program yang belum tersinergi akan segera menjadi efektif melalui koordinasi yang lebih matang.

"Kita optimis dalam seminggu ini seluruh program-program yang belum tersinergi dan belum efektif akan efektif. So far sudah bisa kita jalankan dengan baik dan kita percepat dalam rangkaian koordinasi yang lebih matang," kata Cak Imin.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Related Articles

See More