RLCO Cetak Laba Rp20,36 Miliar, Naik 13,39 Persen

RLCO membukukan laba bersih Rp20,36 miliar pada semester I-2026, naik 13,39 persen secara tahunan dari Rp17,96 miliar.
Penjualan mencapai Rp272 miliar, dengan sarang burung walet olahan menyumbang Rp234,39 miliar atau 86,2 persen; laba kotor tercatat Rp61,09 miliar.
Total aset naik 3,22 persen menjadi Rp835,82 miliar, ekuitas meningkat 6,67 persen, dan saldo kas akhir periode mencapai Rp65,76 miliar.
Jakarta, IDN Times - PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) membukukan laba bersih Rp20,36 miliar pada semester I-2026. Angka tersebut naik 13,39 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp17,96 miliar atau secara year on year (yoy).
“Capaian ini menjadi motivasi bagi Perseroan untuk terus memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas operasional, inovasi produk, serta pengelolaan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, Edwin Pranata dikutip Jumat, (31/7/2026).
1. Bukukan penjualan Rp272 miliar

Sepanjang semester I-2026, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp272 miliar, dengan produk sarang burung walet olahan tetap menjadi kontributor utama pendapatan.
Penjualan produk sarang burung walet olahan tercatat sebesar Rp234,39 miliar atau sekitar 86,2 persen dari total penjualan, sedangkan produk konsumen memberikan kontribusi sebesar Rp37,61 miliar atau sekitar 13,8 persen.
Sejalan dengan peningkatan aktivitas usaha, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp210,91 miliar, sehingga Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp61,09 miliar. Adapun pendapatan bunga per semester I-2026 tercatat sebesar Rp437,8 juta.
2. Aset RLCO naik 3,22 persen

Dari sisi posisi keuangan, total aset Perseroan meningkat 3,22 persen menjadi Rp835,82 miliar per 30 Juni 2026 dibandingkan posisi Rp809,76 miliar pada 31 Desember 2025. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan aset lancar menjadi Rp730,28 miliar.
Total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp510,1 miliar, meningkat tipis dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp504,42 miliar.
Di sisi lain, liabilitas jangka panjang menurun menjadi Rp21,36 miliar dari sebelumnya Rp27,69 miliar, sementara total ekuitas meningkat 6,67 persen menjadi Rp325,71 miliar dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp305,34 miliar, terutama didukung oleh laba periode berjalan.
3. Penerimaan kas naik

Dari sisi likuiditas, penerimaan kas dari pelanggan meningkat menjadi Rp221,90 miliar dibandingkan Rp200,13 miliar pada semester I-2025. Aktivitas investasi pada periode berjalan difokuskan untuk mendukung pengembangan usaha, termasuk investasi pada aset takberwujud.
Hingga 30 Juni 2026, aset takberwujud dalam penyelesaian sebagian besar merupakan pengembangan uji bioactive produk fitofarmaka yang telah mencapai sekitar 32 persen penyelesaian secara finansial dan diperkirakan selesai pada 2027. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam memperkuat inovasi dan pengembangan produk bernilai tambah.
Perseroan menutup semester I-2026 dengan saldo kas dan setara kas sebesar Rp65,76 miliar. “Kami bersyukur dapat menutup semester pertama tahun 2026 dengan kinerja yang positif,” ujar Edwin.





.jpg)
![[QUIZ] Dari Karakter Upin Ipin Favoritmu, Kamu Cocok Jadi Perintis atau Pewaris?](https://image.idntimes.com/post/20250509/untitled-design-8-a8d895374ad15b64e137e3070b058e48.jpg)











