Jakarta, IDN Times - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempercepat eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) secara masif guna meningkatkan cadangan nasional.
Hingga 20 Mei 2026, dari 118 potensi wilayah kerja baru, 25 di antaranya telah mendapatkan peminat atau menandatangani kontrak, sementara 43 wilayah lainnya sedang dalam tahap studi bersama. Sisanya diproyeksikan untuk studi bersama maupun langsung ditetapkan sebagai wilayah kerja baru.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan penyiapan potensi wilayah baru itu melibatkan Badan Geologi, Lemigas, Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Migas, serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menggunakan pendanaan APBN.
"Eksplorasi migas harus masif dan dilakukan percepatan, dalam rangka penemuan cadangan migas baru untuk mendukung produksi migas nasional," kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2026).
