Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pengguna Aktif Naik, Ini Aset Kripto Paling Laris pada 2025
ilustrasi kripto (unsplash.com/Traxer)

Intinya sih...

  • Pertumbuhan jumlah pengguna aktif sebesar 38 persen dibandingkan tahun sebelumnya

  • Total volume perdagangan aset kripto sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Head of Product Marketing PT Pintu Kemana Saja, Iskandar Mohammad mengungkapkan, lima aset kripto yang paling sering diperdagangkan sepanjang 2025 didominasi oleh aset berkapitalisasi pasar besar. Dia mengatakan, aset yang paling banyak ditransaksikan pengguna platform tersebut meliputi Bitcoin (BTC), Tether (USDT), Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP.

"Secara risk appetite, pilihan lima aset kripto ini mencerminkan investor kripto Indonesia cenderung konservatif, yakni memilih aset kripto dengan kapitalisasi pasar yang besar,” kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (24/1/2026).

1. Aktivitas pengguna dan transaksi meningkat sepanjang 2025

ilustrasi kripto (unsplash.com/Kanchanara)

Sepanjang 2025, pihaknya mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator kinerja utama berdasarkan data internal tahunan. Jumlah pengguna aktif tercatat meningkat 38 persen dibandingkan 2024, sementara trafik aplikasi naik 24 persen.

Selain itu, total volume perdagangan di platform tersebut tumbuh 12 persen secara tahunan, dengan jumlah pengguna yang aktif bertransaksi bulanan meningkat 26 persen.

"Kami menilai, kinerja positif di tahun 2025 ini tidak lepas dari aplikasi PINTU yang memiliki fitur lengkap untuk investor pemula hingga pro serta dilengkapi dengan fitur inovatif seperti Auto DCA, Pintu Earn, PTU Staking, stop order, limit order, serta terdapat pilihan lebih dari 330 aset kripto,” tuturnya.

2. Tingkat adopsi kripto di Indonesia di bawah negara tetangga

ilustrasi kripto (freepik.com/frimufilms)

CoinGecko 2025 Annual Crypto Industry melaporkan total kapitalisasi pasar kripto global mencapai sekitar 3 triliun dolar AS. Volume perdagangan harian rata-rata tercatat meningkat pada kuartal IV-2025, dengan rekor tertinggi tahunan mencapai 161,8 miliar dolar AS.

Di dalam negeri, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total volume perdagangan aset kripto sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun. Jumlah investor kripto di Indonesia tercatat sebanyak 19,56 juta orang.

Meski demikian, berdasarkan Henley Crypto Adoption Index 2025, tingkat adopsi kripto Indonesia di kawasan Asia Tenggara masih berada di bawah Singapura, Thailand, dan Malaysia.

3. Edukasi dan insentif dorong perluasan adopsi

ilustrasi kripto (unsplash.com/Kanchanara)

Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan adopsi kripto yang luas, seiring dengan besarnya jumlah penduduk. Pihaknya mendorong penetrasi melalui insentif berupa bonus hingga Rp2 juta bagi pengguna baru yang melakukan pembelian aset kripto pertama.

Selain itu, pihaknya juga menjalankan sejumlah program edukasi, seperti kegiatan literasi ke kampus dan perkantoran, serta materi pembelajaran di dalam aplikasi melalui Pintu Academy dan Pintu News. Program-program tersebut, menurut Iskandar, ditujukan untuk membantu masyarakat memahami risiko dan mekanisme investasi aset kripto secara lebih menyeluruh.

"Indonesia punya potensi adopsi yang sangat masif dengan peningkatan yang lebih luas dari sisi penetrasi kripto karena memiliki basis populasi yang jauh lebih besar," katanya.

Editorial Team