Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Adopsi Kendaraan Listrik Naik, Pengguna Home Charging PLN Capai 92 Ribu
Ilustrasi pelanggan sedang melakukan pengisian daya kendaraan listrik di rumahnya. Hingga saat ini, total lebih dari 92 ribu pelanggan telah menikmati kemudahan layanan Home Charging Services dari PLN di mana terdapat penambahan 21.865 pelanggan baru pada periode Januari hingga Juni 2026. Jumlah penambahan tersebut naik 9,04 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 sebanyak 20.053 pelanggan. (dok. PLN)
  • Pengguna Home Charging Services PLN melampaui 92 ribu pada Semester I 2026, setelah bertambah 21.865 pelanggan baru atau naik 9,04 persen secara tahunan.

  • Konsumsi listrik untuk pengisian daya EV melalui HCS mencapai 110,55 GWh pada Semester I 2026, melonjak 93,59 persen dibandingkan 57,12 GWh pada periode sama tahun sebelumnya.

  • PLN menawarkan HCS Ultima hingga 31 Desember 2026: pemasangan mulai Rp11,7 juta, voucher listrik hingga Rp1,3 juta, dan diskon tarif 30 persen pukul 22.00–05.00 WIB.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pengguna layanan Home Charging Services PLN telah melampaui 92 ribu pelanggan hingga Semester I 2026, disertai kenaikan konsumsi listrik pengisian daya kendaraan listrik.
  • Who?
    PT PLN (Persero), pelanggan Home Charging Services, serta Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dan Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy.
  • Where?
    Di Indonesia, dengan pengajuan program HCS Ultima dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile selama penyelenggaraan GIIAS 2026.
  • When?
    Data pelanggan dan konsumsi listrik tercatat hingga Semester I 2026. Program HCS Ultima berlaku sampai 31 Desember 2026.
  • Why?
    Pertumbuhan layanan terjadi seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik dan kebutuhan pengisian daya yang mudah, praktis, serta andal di rumah.
  • How?
    PLN menyediakan HCS, mencatat 21.865 pelanggan baru, serta menawarkan pemasangan mulai Rp11,7 juta, voucher listrik hingga Rp1,3 juta, dan diskon tarif 30 persen pada pukul 22.00–05.00 WIB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Minat masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat seiring bertambahnya adopsi electric vehicle (EV) di Indonesia. Hal itu turut mendorong pertumbuhan pengguna layanan Home Charging Services (HCS) milik PT PLN (Persero), yang hingga Semester I 2026 telah dimanfaatkan lebih dari 92 ribu pelanggan.

1. Pelanggan Home Charging PLN bertambah lebih dari 21 ribu

Ilustrasi petugas PLN saat melakukan pemasangan charger di rumah pelanggan untuk memudahkan pengisian kendaraan listrik di rumah melalui layanan Home Charging Services. (dok. PLN)

PLN mencatat sebanyak 21.865 pelanggan baru menggunakan layanan Home Charging Services (HCS) pada Semester I 2026. Jumlah tersebut meningkat 9,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 20.053 pelanggan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat menjadikan kendaraan listrik sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

"Meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia perlu didukung dengan layanan pengisian daya yang mudah, praktis, dan andal. PLN berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui pengembangan infrastruktur pengisian daya yang semakin luas. Salah satunya melalui layanan HCS yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengisi daya kendaraan listrik di rumah," ujarnya.

2. Konsumsi listrik untuk pengisian daya EV melonjak 93 persen

Ilustrasi Petugas PLN melakukan pengecekan kWh meter untuk home charging kendaraan listrik. Meningkatnya jumlah pengguna kendaraan listrik di Indonesia juga berdampak pada peningkatan konsumsi listrik dari layanan Home Charging Services (HCS) PLN. Pada Semester I 2026, konsumsi listrik HCS tercatat sebesar 110,55 GWh atau meningkat sekitar 93,59 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebesar 57,12 GWh. (dok. PLN)

Sejalan dengan pertumbuhan pelanggan, konsumsi energi listrik untuk pengisian daya kendaraan listrik melalui layanan HCS juga meningkat signifikan.

Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy mengatakan konsumsi listrik pada Semester I 2026 mencapai 110,55 gigawatt hour (GWh), naik 93,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 57,12 GWh.

"PLN melihat tren ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat peran kelistrikan dalam mendukung transformasi transportasi nasional. Kami akan terus meningkatkan kesiapan infrastruktur, memperluas akses layanan pengisian daya, dan menghadirkan inovasi agar ekosistem kendaraan listrik dapat tumbuh secara berkelanjutan," katanya.

3. PLN hadirkan promo pemasangan Home Charging

ilustrasi pengisian daya kendaraan listrik (pexels.com/Kindel Media)

Untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik, PLN juga menghadirkan program HCS Ultima yang menawarkan berbagai keuntungan bagi pelanggan.

Melalui program tersebut, pelanggan bisa mendapatkan harga pemasangan Home Charging mulai Rp11,7 juta, bonus voucher listrik hingga Rp1,3 juta, serta diskon tarif listrik sebesar 30 persen untuk pengisian daya kendaraan listrik pada pukul 22.00–05.00 WIB.

Program berlaku hingga 31 Desember 2026 dan pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile selama penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

"Berbagai program yang kami hadirkan merupakan bagian dari upaya PLN dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Ke depan, PLN akan terus menghadirkan layanan pengisian daya yang andal dan inovatif guna mendukung percepatan transisi energi di Indonesia," tutur Fahrur Rozy. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article