Jakarta, IDN Times - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta masyarakat tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan di tengah antrean yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan pihaknya bersama Pertamina Patra Niaga terus melakukan upaya menormalkan distribusi BBM ke seluruh SPBU. Beberapa daerah tercatat mengalami peningkatan konsumsi hingga 10-15 persen.
"Ini untuk melayani masyarakat agar supaya tidak melakukan panic buying untuk membeli BBM yang berlebih. Kami mengharap dan mengimbau, belilah BBM sesuai kebutuhan harian yang bijak dan wajar," katanya dalam konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
