ilustrasi traveling (pexels.com/Gabriela Palai)
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah menganggap pengeluaran akan langsung turun setelah pensiun. Padahal, kenyataannya kebutuhan setiap fase pensiun bisa berbeda-beda. Ada masa ketika kamu ingin lebih banyak bepergian, membantu anak, atau mengejar hobi yang selama ini tertunda.
Peter Hogg menjelaskan bahwa setelah fase awal tersebut, pengeluaran biasanya mulai lebih stabil sebelum akhirnya meningkat lagi karena kebutuhan kesehatan dan perawatan di usia lanjut. Karena itulah membuat gambaran mengenai gaya hidup yang ingin kamu jalani saat pensiun menjadi langkah yang sangat penting. Semakin cepat kamu mulai merencanakannya, semakin banyak pilihan yang tersedia untuk mengatur cicilan, tabungan, maupun investasi secara lebih nyaman.
Pensiun dengan cicilan rumah memang bukan kondisi yang diinginkan banyak orang, tapi bukan berarti selalu menjadi pertanda buruk. Selama utang masih dapat dikelola, sumber pendapatan setelah pensiun mencukupi, dan kamu memiliki perencanaan yang matang, cicilan rumah tetap bisa dibayar tanpa mengorbankan kualitas hidup.
Hal terpenting bukan sekadar terburu-buru melunasi utang, melainkan memahami dampak setiap keputusan terhadap kondisi keuangan jangka panjang. Jika masih ragu menentukan langkah terbaik, berkonsultasi dengan perencana keuangan profesional dapat membantumu menemukan strategi yang paling sesuai dengan situasi pribadimu.