Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penumpang LRT Jabodebek Naik 22 Persen di Kuartal I-2026
Layanan angkutan LRT Jabodebek. (Dok. LRT Jabodebek)
  • Jumlah penumpang LRT Jabodebek mencapai 7,75 juta pada kuartal I-2026, naik 22 persen dibanding tahun sebelumnya, menandakan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik terintegrasi.
  • Kenaikan terbesar terjadi pada hari kerja dengan rata-rata 113 ribu pengguna per hari, menunjukkan LRT makin jadi pilihan utama komuter menuju pusat aktivitas ekonomi perkotaan.
  • Lima stasiun utama—Dukuh Atas, Harjamukti, Pancoran, Kuningan, dan Cikoko—menjadi simpul mobilitas penting berkat integrasi antarmoda yang memperkuat konektivitas kawasan strategis Jabodebek.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pengguna LRT Jabodebek meningkat signifikan pada awal 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI divisi LRT Jaboebek mencatat total 7.754.946 penumpang sepanjang kuartal I-2026, naik 1,4 juta pengguna atau 22 persen dibanding periode sama 2025 yang mencapai 6.351.283.

“LRT Jabodebek menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat yang menawarkan ketepatan waktu, konektivitas dengan lokasi pusat aktivitas perkantoran, integrasi antarmoda, dan bebas dari kemacetan,” tutur Radhitya dikutip dari keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).

1. Pengguna weekday melonjak lebih tinggi dari weekend

Layanan angkutan LRT Jabodebek. (Dok. LRT Jabodebek)

Kenaikan jumlah penumpang terlihat dari pola perjalanan harian. Rata-rata pengguna pada hari kerja mencapai 113.898 orang per hari, naik 23.992 pengguna atau 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, rata-rata pengguna akhir pekan mencapai 42.829 orang per hari, meningkat 6.875 pengguna atau 19 persen.

Secara bulanan, distribusi penumpang selama kuartal I-2026 tercatat:

  • Januari: 2.714.594 pengguna

  • Februari: 2.530.000 pengguna

  • Maret: 2.510.352 pengguna

Lonjakan pada hari kerja menunjukkan LRT semakin digunakan sebagai moda utama perjalanan komuter menuju pusat aktivitas ekonomi.

2. Lima stasiun jadi simpul mobilitas utama

Layanan angkutan LRT Jabodebek. (Dok. LRT Jabodebek)

Terdapat lima stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi selama periode tersebut, yakni Dukuh Atas, Harjamukti, Pancoran, Kuningan, dan Cikoko. Kelima titik ini berperan sebagai penghubung kawasan strategis.

Stasiun Dukuh Atas terintegrasi dengan KRL, KA Bandara, MRT Jakarta, dan TransJakarta. Integrasi serupa juga terjadi di Cikoko yang terhubung dengan KRL dan TransJakarta, memudahkan perpindahan antarmoda.

Sementara itu, Kuningan dan Pancoran berada di kawasan bisnis dan perkantoran, menjadikannya simpul pergerakan komuter. Harjamukti berfungsi sebagai akses penting dari wilayah penyangga menuju pusat kota. Kombinasi ini memperkuat ekosistem mobilitas urban yang terintegrasi.

3. Indikasi peralihan transportasi publik

Rangkaian kereta LRT Jabodebek. (dok. LRT Jabodebek)

Pertumbuhan penumpang LRT Jabodebek menunjukkan kecenderungan masyarakat beralih ke transportasi publik yang lebih efisien dan bebas macet. KAI menilai kepercayaan pengguna menjadi dorongan untuk meningkatkan layanan.

“KAI mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengguna yang memberikan kepercayaan mobilitasnya menggunakan LRT Jabodebek. Hal ini menjadi dorongan bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan, sekaligus mendukung pengembangan transportasi publik di Indonesia,” kata Radhitya.

Editorial Team