Bendera Uni Eropa (pexels.com/Marco)
Di dalam ECB, keputusan kenaikan suku bunga sempat memunculkan perdebatan. Anggota Dewan Eksekutif ECB Isabel Schnabel menjadi salah satu pendukung utama kenaikan suku bunga pada Juni dan tetap mendorong langkah tersebut terlepas dari berlangsung atau tidaknya pembicaraan damai Iran.
Schnabel memperkirakan inflasi dapat mencapai 4 persen sebelum akhir tahun. Sementara itu, Kepala Ekonom ECB Philip Lane mencatat kondisi ekonomi memburuk dibandingkan proyeksi pada Maret sehingga bank sentral perlu menaikkan perkiraan inflasinya.
Presiden ECB Christine Lagarde menjelaskan dewan pengatur sempat mempertimbangkan untuk mengabaikan kenaikan harga energi pada Maret. Namun harga minyak mentah yang bertahan di atas 90 dolar AS (setara Rp1,61 juta) per barel, dibandingkan sekitar 70 dolar AS (setara Rp1,25 juta) sebelum perang, membuat tekanan inflasi meluas.
Akibat perkembangan tersebut, ECB memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 0,8 persen pada 2026 dan 1,2 persen pada 2027. Lagarde menyampaikan bahwa risiko terhadap prospek pertumbuhan lebih banyak mengarah ke pelemahan karena perang di Timur Tengah telah menambah ketidakpastian dalam lingkungan kebijakan global.
“Risiko terhadap prospek pertumbuhan berada pada sisi bawah, terutama karena perang di Timur Tengah, yang telah menambah lingkungan kebijakan global yang volatile. Gangguan berkepanjangan pasokan energi dapat meningkatkan harga energi lebih lanjut dan lebih lama daripada yang diharapkan saat ini,” ujarnya, dikutip The Guardian.
Menanggapi keputusan tersebut, Kepala Ekonom Eropa di Deutsche Bank, Mark Wall, menilai langkah ECB menjadi momen penting bagi bank sentral global. Wall menilai bahwa hal itu merupakan pertama kalinya bank sentral besar merespons guncangan energi dengan menaikkan suku bunga ketika ekonomi sedang melemah, tingkat pengangguran meningkat, dan pertumbuhan melambat.
Wall juga memperkirakan siklus pengetatan kebijakan moneter tersebut tak akan berlangsung lama dan kemungkinan hanya menyisakan satu kenaikan suku bunga lagi pada September mendatang.