Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pertamina Capai Target Emisi, Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi
Pertamina berhasil mencatat capaian positif dalam upaya pengurangan emisi karbon pada awal 2026. (dok. Pertamina)
  • Pertamina berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 354.609 ton CO2e hingga Februari 2026, melampaui target 112 persen sebagai bagian dari komitmen menuju Net Zero Emission nasional.
  • Perusahaan menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga ketahanan energi melalui penggunaan energi yang hemat dan bijak untuk mendukung target Net Zero Emission 2060.
  • Capaian dekarbonisasi didorong seluruh subholding dengan strategi efisiensi energi, pengembangan biofuel, PLTS, serta program Desa Energi Berdikari guna memperluas pemanfaatan energi bersih di berbagai sektor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pertamina mencatat realisasi penurunan emisi karbon sebesar 354.609 ton CO2e hingga Februari 2026, melampaui target periode berjalan dan menjadi bagian dari komitmen menuju Net Zero Emission nasional.
  • Who?
    Pertamina melalui seluruh subholdingnya, dengan pernyataan resmi dari Vice President Corporate Communication Muhammad Baron, serta dukungan masyarakat dalam penggunaan energi secara bijak.
  • Where?
    Kegiatan dan capaian dekarbonisasi berlangsung di berbagai lini bisnis Pertamina di Indonesia, mulai dari sektor hulu hingga hilir, termasuk program berbasis masyarakat di wilayah pedesaan.
  • When?
    Capaian dilaporkan pada awal tahun 2026 dengan data hingga Februari, sementara target pengurangan emisi berikutnya ditetapkan untuk tahun 2026 mendatang.
  • Why?
    Langkah ini dilakukan untuk mendukung target Net Zero Emission nasional 2060, menjaga ketahanan energi, serta memperkuat transformasi Pertamina menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
  • How?
    Pertamina menjalankan efisiensi energi di seluruh subholding melalui optimasi gas turbin, upgrade boiler dan gas engine, implementasi biofuel dan PLTS, serta program Desa Energi Berdikari berbasis masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pertamina mencatat capaian positif dalam upaya pengurangan emisi karbon pada awal 2026. Hingga Februari, realisasi penurunan emisi mencapai 354.609 ton CO2e atau setara 112 persen dari target periode berjalan. Capaian ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) nasional sekaligus menjaga ketahanan energi.

1. Bukti konsistensi dekarbonisasi

PT Elnusa Tbk (ELSA) tancap gas di tahun 2026 dengan memperkuat transformasi sebagai low-cost operator di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). (dok. Pertamina)

Keberhasilan Pertamina melampaui target penurunan emisi disebut tidak lepas dari konsistensi program efisiensi energi di seluruh lini bisnis, mulai dari hulu hingga hilir. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menegaskan capaian ini menjadi indikator arah transformasi perusahaan.

“Realisasi dekarbonisasi yang melampaui target ini menjadi bukti bahwa Pertamina terus bergerak menuju energi yang lebih bersih. Namun, keberlanjutan energi juga membutuhkan peran aktif masyarakat melalui perilaku hemat dan bijak menggunakan energi,” ujar Baron.

2. Masyarakat punya peran krusial

PT Elnusa Tbk (ELSA) tancap gas di tahun 2026 dengan memperkuat transformasi sebagai low-cost operator di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). (dok. Pertamina)

Pertamina menilai upaya menjaga ketahanan energi nasional tidak hanya bergantung pada inovasi teknologi dan operasional, tetapi juga perilaku masyarakat dalam menggunakan energi.

Menurut Baron, penggunaan energi yang bijak dapat memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas pasokan energi di tengah dinamika global.

“Penggunaan energi secara bijak, seperti menggunakan BBM sesuai kebutuhan serta memanfaatkan energi secara efisien, merupakan kontribusi nyata masyarakat dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060,” tambahnya.

3. Strategi subholding dan target emisi 2026

Pertamina NRE menutup triwulan ketiga tahun 2025 dengan kinerja operasional dan keuangan yang solid. (dok. Pertamina NRE)

Secara kinerja, capaian dekarbonisasi didorong oleh kontribusi seluruh subholding. Subholding Upstream mencatat performa tertinggi, diikuti Subholding Downstream dan Gas melalui berbagai program efisiensi dan optimalisasi energi.

Sementara itu, Pertamina New & Renewable Energy serta Integrated Marine Logistics memperkuat program melalui elektrifikasi operasional dan pengembangan energi baru terbarukan. Untuk 2026, Pertamina menargetkan pengurangan emisi sebesar 1.962.156 ton CO2e. Sejumlah strategi yang dijalankan antara lain:

  • Efisiensi Fuel Gas melalui optimasi gas turbin di sektor hulu

  • Upgrade APC Boiler-RU VI dan optimasi gas engine di sektor hilir

  • Implementasi biofuel dan pemanfaatan PLTS di operasional dan kantor

Selain itu, Pertamina juga mengembangkan program berbasis masyarakat seperti Desa Energi Berdikari guna mendorong pemanfaatan energi bersih di pedesaan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat kebijakan internal seperti penerapan internal carbon pricing, pengembangan proyek rendah karbon, serta integrasi aspek keberlanjutan dalam strategi bisnis.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pertamina optimistis dapat mencapai target dekarbonisasi tahunan sekaligus memperkuat posisinya sebagai perusahaan energi nasional yang andal, terjangkau, dan semakin ramah lingkungan. (WEB)

Editorial Team