Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pertamina-Toyota Kolaborasi Bangun Pabrik Bioetanol Pertama di RI
Wamen Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu saat konferensi pers soal investasi bioetanol. (IDN Times/Pitoko)
  • Pertamina New & Renewable Energy dan Toyota berkolaborasi membangun pabrik bioetanol pertama di Indonesia yang berlokasi di Lampung, dipilih karena potensi besar bahan baku seperti tebu, ubi, dan sorgum.
  • Pembangunan pabrik akan dimulai pada kuartal ketiga hingga keempat tahun ini setelah riset bersama raBit dan METI Jepang selesai dilakukan untuk mendukung teknologi produksi bioetanol.
  • Nilai investasi masih dalam tahap finalisasi, dengan target konstruksi dimulai tahun ini dan produksi mencapai kapasitas 60 ribu kiloliter per tahun pada 2028.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah melalui PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan Toyota bersiap melakukan kolaborasi dalam pengembangan industi bioetanol di Indonesia.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu menjelaskan, program pengembangan bioetanol di Indonesia sebenarnya sudah dijalankan sejak tahun lalu, tetapi pemerintah tidak banyak gembar-gembor menginformasikannya.

"Sudah ada rencana kooperasinya antara Pertamina New & Renewable Energy dengan Japanese Group. Dalam hal ini nanti yang akan ditujuk adalah Toyota Tsusho yang akan menjadi partner dan ada satu dari raBit atau Research Development for Bioethanol-nya yang dari Jepang," tutur Todotua dalam konferensi pers di kantornya, Senin (20/4/2026).

1. Pembangunan pabrik bioetanol di Lampung

Wamen Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu saat konferensi pers soal investasi bioetanol. (IDN Times/Pitoko)

Kerjasama PNRE dan Toyota akan diwujudkan dalam pembangunan pabrik bioetanol pertama di Indonesia yang berlokasi di Lampung. Adapun Lampung dipilih lantaran dianggap sebagai salah satu provinsi yang sangat kuat untuk feedstock suplai terhadap etanol.

"Lampung seperti kita ketahui bersama di sana ada penanaman besar tebu dan juga ada penanaman ubi dan feedstock feedstock yang lain," kata Todotua.

Todotua menambahkan, bukan hanya ada pembangunan pabrik, melainkan nantinya ada penanaman secara besar-besaran salah satu feedstock untuk bioetanol, yakni sorgum.

2. Waktu pembangunan pabrik bioetanol

Pilot Project Bioetanol Aren di lingkungan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang (dok. Kemhut)

Sebelum pembangunan pabrik dimulai, pengembangan riset terlebih dahulu dilakukan oleh raBit (Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels) dan Ministry of Economy, Trade, and Industry (METI Jepang).

Todotua mengaku, pemerintah telah melihat secara langsung bagaimana riset dibuat di Jepang untuk mendukung pembangunan pabrik bioetanol pertama di Indonesia.

"Planning-nya sekitar Q3-Q4 tahun ini kita akan mulai construction untuk pembangunan plant etanolnya dan sambil berjalan juga ada plantation untuk sorgumnya," kata dia.

3. Nilai investasi

Ilustrasi investasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Kendati demikian, Todotua belum menjelaskan secara rinci nilai investasi yang dilibatkan PNRE dan Toyota dalam usaha patungan alias JV pembangunan pabrik bioetanol di Lampung.

"Untuk budget-nya sedang berjalan karena juga sudah ada ditunjuk konsultan visibilitinya ini sudah almost done. Untuk itu jadi konstruksinya akan kita mulai tahun ini target di Q3 maksimal di Q4 tahun ini. Kalau berjalan sih seharusnya maksimal 2028 sudah bisa produksi," tutur Todotua.

Todotua menambahkan, kapasitas produksi pabrik bioetanol di Lampung nantinya setelah produksi adalah sebesar 60 ribu kiloliter setahun.

Editorial Team