Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Perusahaan yang Menyesal Pakai AI, Ujungnya Rekrut Pegawai Lagi
ilustrasi AI (pexels.com/Tara Winstead)
  • Ada sejumlah perusahaan yang menyesal pakai AI untuk menggantikan tenaga kerja manusia.

  • Alasannya beragam, mulai dari kinerjanya yang tidak sesuai harapan sampai masalah ketidakmampuan untuk menyelesaikan pekerjaan secara tuntas.

  • Di antaranya termasuk Ford, IBM, Klarna hingga CBA yang langsung mengevaluasi penggunaan AI untuk mengganti tenaga kerja manusia di perusahaannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seiring berkembangnya teknologi, banyak perusahaan mulai mengadopsi penggunaan kecerdasan buatan. Alasannya beragam, dari anggapan mampu meningkatkan efisiensi hingga menekan biaya operasional. Bahkan, ada sebagian dari mereka yang memilih memangkas karyawan dan menggantinya dengan AI.

Sayangnya, tidak semua implementasi AI berjalan sesuai harapan. Sejumlah perusahaan justru menghadapi kendala yang sebelumnya di luar perkiraan. Pada akhirnya, mereka pun memilih berbalik arah lagi dan kembali merekrut tenaga manusia. Lebih jelasnya, berikut sejumlah perusahaan yang menyesal pakai AI untuk mengganti tenaga kerjanya.

1. Ford

ilustrasi logo Ford (unsplash.com/Haberdoedas)

Ford menjadi salah satu perusahaan yang berbalik arah. Produsen otomotif asal Amerika Serikat ini dilaporkan telah mempekerjakan kembali para engineer veterannya setelah AI gagal menandingi keterampilan dan pengalaman mereka.

Melansir BBC, Ford sebelumnya termasuk di antara banyak perusahaan yang ingin memanfaatkan AI di tengah antusiasme tentang potensinya untuk meningkatkan margin keuntungan. Namun, hasilnya ternyata tidak sesuai harapan.

Charles Poon selaku Vice President of Vehicle Hardware Engineering Ford mengungkap bahwa perusahaan keliru menganggap AI mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi secara otomatis hanya dengan bekal persyaratan desain yang telah ada. Pada akhirnya, Ford merekrut kembali tenaga manusia termasuk para engineer veteran untuk melatih sistem yang ada sekaligus membimbing pekerja yang lebih muda. Menurut laporan Bloomberg, Ford setidaknya telah mempekerjakan kembali lebih dari 300 engineer berpengalaman dalam beberapa tahun terakhir guna menutupi masalah yang ada.

2. IBM

ilustrasi kecerdasan buatan (AI) (unsplash.com/Igor Omilaev)

Ford bukan satu-satunya perusahaan yang mengoreksi strategi penggunaan AI. Di sisi lain, ada juga perusahaan lain seperti IBM yang bakal kembali mengubah kebijakannya soal ini.

Melansir Forbes, IBM di awal tahun telah mengumumkan bahwa pihaknya akan melipatgandakan perekrutan karyawan tingkat pemula di Amerika Serikat untuk peran-peran yang sebelumnya diprediksi bisa digantikan oleh AI. Perusahaan sebelumnya mengganti sebagian fungsi sumber daya manusia dengan AI yang disebut mampu menangani hingga 94% permintaan rutin, tetapi tidak dengan 6% sisanya yang terutama berkaitan dengan dilema etika.

3. Klarna

ilustrasi kecerdasan buatan (unsplash.com/markuswinkler)

Lanjut, ada Klarna. Laporan Bloomberg mencatat perusahaan ini sebelumnya mengganti 700 pekerja layanan pelanggan dengan asisten berbasis OpenAI antara 2022 dan 2024. Meski chatbot AI dirasa bisa mempersingkat waktu layanan dan menekan biaya, kualitasnya ternyata juga disebut ikut menurun. Akhirnya, sejak pertengahan 2025, perusahaan kembali merekrut dan mempekerjakan lebih tambahan tenaga kerja manusia.

4. CBA

ilustrasi bank (pexels.com/ultramarine5)

Berikutnya ada Commonwealth Bank of Australia (CBA). Mereka juga kembali menaruh fokus terhadap tenaga kerja manusia setelah menghadapi keterbatasan AI.

Tahun lalu, CBA sempat membuat keputusan dengan memangkas lebih dari 40 staf layanan pelanggan, lalu menggantinya dengan bot suara berbasis AI. Sayangnya, adopsi tersebut belum cukup mampu menangani kebutuhan nasabah.

Peralihan tenaga kerja ke AI yang dilakukan juga berujung munculnya baru seperti peningkatan jumlah panggilan masuk. Hal ini kemudian mendorong CBA membatalkan pemangkasan staf.

Itulah tadi sejumlah perusahaan yang menyesal pakai AI untuk menggantikan tenaga kerja manusia. Bagaimana menurutmu?

Curated For You

Editorial Team

Related Article