ilustrasi manufaktur, industri, karyawan pabrik, pabrik baja (magnific.com/fanjianhua)
Amerika Serikat masih menjadi kekuatan manufaktur yang sangat besar, tapi porsinya terhadap total manufaktur dunia terus mengecil. Pada 2005, AS menyumbang 22 persen manufaktur global, kemudian turun menjadi 17 persen pada 2010 dan bertahan di kisaran tersebut hingga 2025. Artinya, AS masih punya basis industri yang besar, tapi pertumbuhannya tidak secepat ekspansi China. Industri berat di AS juga secara historis banyak terkonsentrasi di kawasan Midwest (yaitu wilayah bagian tengah-utara Amerika Serikat), yang mencakup negara bagian seperti Illinois, Indiana, Michigan, Ohio, Wisconsin, dan sebagian Minnesota. Kawasan ini sering disebut “Rust Belt” karena dulunya menjadi pusat industri baja, otomotif, dan manufaktur berat.
Hal serupa terjadi pada Uni Eropa. Blok tersebut menyumbang 24 persen manufaktur global pada 2005, tapi porsinya turun menjadi 20 persen pada 2010, 17 persen pada 2015, dan 16 persen pada 2020 sebelum berada di 17 persen pada 2025. Kalau digabung, AS, Uni Eropa, dan Jepang dulu menguasai 59 persen manufaktur global pada 2005. Dua dekade kemudian, gabungan ketiganya tinggal 39 persen, menunjukkan adanya perubahan besar dalam distribusi manufaktur dunia.