Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PLN IP Kirim Perdana Biomassa Sorgum ke PLTU Pelabuhan Ratu

PLN IP Kirim Perdana Biomassa Sorgum ke PLTU Pelabuhan Ratu
PLN Indonesia Power Kirim Perdana Biomassa Sorgum ke PLTU Pelabuhan Ratu. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • PLN Indonesia Power mengirim perdana biomassa sorgum ke PLTU Pelabuhan Ratu sebagai bagian dari program transisi energi bersih berbasis masyarakat yang juga meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
  • Program biomassa sorgum yang dimulai sejak 2025 melibatkan petani sebagai pemasok utama, dengan PLN berperan sebagai off taker untuk menjamin kepastian pasar dan memperkuat ekosistem energi terbarukan.
  • Diversifikasi bahan bakar melalui co-firing biomassa membantu menekan emisi karbon, mengurangi ketergantungan pada batu bara impor, serta mendukung target Net Zero Emission 2060 lewat inovasi digitalisasi biomassa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) terus memperkuat upaya transisi energi bersih melalui pemanfaatan biomassa berbasis masyarakat. Terbaru, perusahaan menggelar panen raya tanaman sorgum sekaligus pengiriman perdana biomassa sorgum dust untuk kebutuhan co-firing di PLTU Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta mengatakan, program biomassa sorgum menjadi salah satu bentuk sinergi antara sektor energi dan pertanian yang tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Program biomassa sorgum ini menjadi bukti bahwa transisi energi tidak harus mengorbankan kepentingan masyarakat. Justru sebaliknya, kami ingin memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasi turut merasakan manfaat ekonomi dari setiap langkah transformasi energi yang kami jalankan," ujar Bernadus dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).

1. Program sudah dijalankan sejak 2025

Potret tanaman sorgum
Potret tanaman sorgum (pixabay.com/gentryj)

Program tersebut merupakan kelanjutan dari inisiatif yang dimulai sejak 2025, mulai dari penanaman hingga memasuki masa panen raya. Melalui program ini, PLN IP membangun rantai pasok biomassa yang melibatkan petani lokal sebagai bagian dari pengembangan energi baru dan terbarukan.

Tanaman sorgum dinilai memiliki manfaat ganda. Selain bijinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan, batang dan daunnya dapat diolah menjadi sorgum dust yang digunakan sebagai bahan bakar pendamping batu bara dalam proses co-firing di PLTU Pelabuhan Ratu.

2. PLN sebagai off taker bisa berikan kepastian bagi petani

Sugianto pengawas BBJP Plant Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun di Kecamatan Medan Marelan saat memproses sampah organik yang sudah diolah menjadi biomassa untuk co-firing di PLTU UBP Pangkalan Susu, Rabu (13/11/2024) (IDN Times/Doni Hermawan)
Sugianto pengawas BBJP Plant Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun di Kecamatan Medan Marelan saat memproses sampah organik yang sudah diolah menjadi biomassa untuk co-firing di PLTU UBP Pangkalan Susu, Rabu (13/11/2024) (IDN Times/Doni Hermawan)

Menurut Bernadus, kehadiran PLN sebagai pembeli hasil panen (off taker) diharapkan mampu memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus memperkuat ekosistem biomassa nasional.

Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan biomassa sorgum di Pelabuhan Ratu berpotensi menjadi model yang dapat diterapkan di unit-unit PLN Indonesia Power lainnya.

"Kami berkomitmen untuk terus memperluas program biomassa berbasis masyarakat ini, sejalan dengan upaya kami mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions sekaligus mewujudkan ekonomi sirkular yang mandiri di berbagai wilayah operasi," katanya.

Pengiriman perdana biomassa sorgum dust tersebut secara simbolis dilepas oleh Wakil Bupati Sukabumi. PLN Indonesia Power berharap kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan petani dapat terus diperkuat guna memperluas manfaat ekonomi sekaligus mendukung percepatan transisi energi hijau di Indonesia.

3. Diversifikasi bahan bakar melalui biomassa

Ilustrasi - Petugas BBJP Plant Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun di Kecamatan Medan Marelan saat melakukan pemilahan sampah organik yang akan diolah menjadi biomassa untuk co-firing di PLTU UBP Pangkalan Susu, Rabu (13/11/2024) (IDN Times/Doni Hermawan)
Ilustrasi - Petugas BBJP Plant Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun di Kecamatan Medan Marelan saat melakukan pemilahan sampah organik yang akan diolah menjadi biomassa untuk co-firing di PLTU UBP Pangkalan Susu, Rabu (13/11/2024) (IDN Times/Doni Hermawan)

Diversifikasi bahan bakar melalui biomassa memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan pada batubara impor terutama di wilayah dengan potensi biomassa tinggi serta, yang tak kalah pentingnya, co-firing biomassa membantu menurunkan emisi karbon dari sektor ketenagalistrikan untuk mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission 2060.

Digitalisasi biomassa melalui marketplace merupakan inovasi teknologi sekaligus langkah strategis PLN Group dalam membangun masa depan energi yang lebih hijau, adil, dan inklusif.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More