Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Anggap Ilmu Dewa
Presiden RI, Prabowo Subianto saat hadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB, di Jakarta Convention Center (JCC), Gelora, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Prabowo menegaskan ekonomi bukan ilmu rumit, melainkan prinsip sederhana seperti mengelola warung kopi: menghitung modal, menentukan harga jual, dan menyimpan keuntungan.
  • Ia menyoroti pentingnya kekayaan nasional dikelola serta disimpan di dalam negeri agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia.
  • Prabowo menautkan pandangan ekonominya pada amanat UUD 1945 Pasal 33 dan 34, menekankan bahwa konsep tersebut berakar dari cita-cita para pendiri bangsa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times — Presiden RI Prabowo Subianto menjelaskan konsep ekonomi yang diyakininya. Prabowo mengatakan gagasan ekonomi yang selama ini diperjuangkan bukan sesuatu yang baru atau rumit.

Ia pun menggunakan analogi sederhana dari aktivitas warung kopi untuk menjelaskan prinsip ekonomi yang diyakininya. Menurutnya, seorang pemilik warung akan menghitung modal, harga jual, keuntungan, dan kemudian menyimpan keuntungan tersebut. Prinsip yang sama, kata Prabowo, seharusnya diterapkan dalam mengelola kekayaan Indonesia.

Prabowo meminta masyarakat tidak menganggap ilmu ekonomi sebagai sesuatu yang terlalu rumit dan hanya dapat dipahami oleh kalangan tertentu.

"Bapak-bapak, ibu-ibu ya, ekonomi itu jangan dianggap ilmu yang ilmu dewa-dewa begitu. Ekonomi sederhana," ujar Prabowo dalam pidato sambutan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB, di Jakarta Convention Center (JCC), Gelora, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).

Ia mencontohkan, ketika seseorang membuka warung, aktivitas tersebut sudah merupakan bagian dari praktik ekonomi. Pemilik usaha mengetahui berapa modal yang dikeluarkan untuk membuat secangkir kopi, kemudian menentukan harga jual dan menghitung selisih keuntungan.

"Kalau ibu buka warung ya itu ekonomi. Satu cangkir kopi modalnya berapa, dijual berapa, selisihnya itu untung, untung ditabung," katanya.

Prabowo kemudian mengaitkan prinsip sederhana tersebut dengan pengelolaan ekonomi Indonesia. Ia menilai kekayaan nasional semestinya dapat dikelola dan disimpan di dalam negeri agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

"Indonesia ini kekayaannya dibawa keluar dan tidak ditabung-tabung karena nggak ada di Indonesia," ujar Prabowo.

Menurutnya, prinsip tersebut berakar pada cita-cita para pendiri bangsa serta amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34.

Ia pun mengaku terharu melihat kader PKB mengenakan kaus bertuliskan "Prabowonomics". Namun, Prabowo menilai istilah tersebut sebenarnya tidak perlu dikaitkan langsung dengan namanya.

"Saya juga merasa terharu saudara memakai kaus Prabowonomics. Sesungguhnya terus terang saja tidak pantas saudara pakai nama saya di situ," kata Prabowo.

Prabowo menegaskan keyakinan terhadap prinsip ekonomi yang dijalankan berangkat dari kecintaannya terhadap cita-cita para pendiri bangsa dan amanat konstitusi. Ia mengatakan tidak ada gagasan baru maupun sesuatu yang luar biasa dari konsep yang selama ini diperjuangkannya. Menurutnya, yang dilakukan hanya berupaya menegakkan kembali amanat UUD 1945.

"Keyakinan saya terhadap cita-cita pendiri bangsa, keyakinan saya terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945, keyakinan saya terhadap Undang-Undang Dasar negara kita, keyakinan saya terutama kepada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dan Pasal 34," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945 merupakan roh dari perjuangan para pendiri bangsa. Kemerdekaan Indonesia, kata dia, seharusnya bermuara pada terwujudnya kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat.

Prabowo kemudian menyoroti pengelolaan kekayaan alam Indonesia. Ia mempertanyakan bagaimana kesejahteraan rakyat dapat terwujud jika kekayaan Indonesia terus mengalir ke luar negeri dan tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Prabowo menilai pengelolaan ekonomi nasional seharusnya berorientasi pada kepentingan rakyat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article