Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa itu Tenor? Pengertian, Jenis, dan Faktor Penentunya

Apa itu Tenor? Pengertian, Jenis, dan Faktor Penentunya
ilustrasi tenor pinjaman (pexels.com/RDNE Stock project)

  • Tenor adalah periode yang disepakati debitur dan kreditur untuk melunasi pinjaman; pada deposito, tenor menentukan lama penempatan dana simpanan.

  • Tenor panjang menurunkan cicilan bulanan tetapi menaikkan total bunga, sedangkan tenor pendek memperbesar cicilan namun menekan akumulasi bunga.

  • Penentuan tenor mempertimbangkan plafon pinjaman, usia, dan pendapatan; peminjam disarankan menyesuaikan cicilan maksimal 30% pendapatan serta memilih lembaga resmi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tenor adalah jangka waktu yang disepakati antara peminjam dan pihak bank untuk melunasi cicilan kredit. Penggunaan tenor dalam dunia perbankan memiliki peran yang cukup besar, terutama dalam proses pengambilan kredit atau peminjaman dana.

Namun, tahukah kamu bagaimana sebenarnya cara kerja tenor dalam pinjaman? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

  1. 1. Apa itu tenor?

    apa itu tenor
    ilustrasi pinjaman bank (pexels.com/Mikhail Nilov)

    Secara mendasar, tenor adalah jangka waktu yang disepakati antara debitur (peminjam) dan kreditur (lembaga keuangan) untuk melakukan pelunasan fasilitas kredit atau pinjaman. Sebagai contoh, apabila kamu mengambil fasilitas kredit dengan tenor 12 bulan, maka kewajiban pelunasan harus diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun tersebut.

  2. 2. Jenis-jenis tenor

    apa itu tenor
    ilustrasi dua orang yang sedang melakukan transaksi keuangan (pexels.com/https://kaboompics.com/)

    Dalam industri perbankan, penerapan tenor umumnya terbagi ke dalam dua jenis, di antaranya:

    • Tenor Pinjaman: Jangka waktu pengembalian dana pinjaman. Semakin panjang durasi tenor yang dipilih, maka akumulasi total beban bunga yang harus dibayarkan akan semakin besar.
    • Tenor Deposito: Jenis tenor ini merupakan jangka waktu penempatan dana simpanan, umumnya tersedia dalam pilihan 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan. Berbeda dengan pinjaman, semakin panjang tenor deposito, semakin besar pula potensi imbal hasil atau bunga yang akan diterima oleh nasabah.

    Selain itu, tenor juga dapat dibagi ke dua jenis berdasarkan jangka waktunya, berikut di antaranya:

    • Tenor Panjang (3 hingga 30 Tahun): Umumnya digunakan untuk pembiayaan dengan nilai pokok utang yang besar, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kelebihannya terletak pada nominal angsuran bulanan yang relatif lebih terjangkau, meskipun total keseluruhan pengembalian menjadi lebih tinggi akibat akumulasi bunga.
    • Tenor Pendek (1 Bulan hingga 3 Tahun): Diterapkan pada pembiayaan dengan skala pokok yang lebih kecil, contohnya pinjaman kredit dengan jaminan BPKB atau pembiayaan elektronik. Jenis ini menawarkan total beban bunga yang lebih sedikit, namun menuntut kapasitas arus kas bulanan yang lebih besar karena besaran angsurannya yang lebih tinggi.

  3. 3. Fungsi utama tenor dalam pinjaman

    apa itu tenor
    ilustrasi pinjaman bank yang disetujui (pixabay.com/ccfb)

    Dalam dunia keuangan dan perkreditan, pemilihan jangka waktu pengembalian atau tenor memiliki peran penting yang berdampak langsung pada kondisi finansial kamu. Berikut adalah beberapa fungsi utama tenor pinjaman:

    • Menentukan Besar Cicilan Bulanan: Tenor panjang membuat cicilan per bulan lebih kecil dan ringan, sedangkan tenor pendek membuat cicilan bulanan lebih besar karena waktu pelunasannya singkat.
    • Mengatur Arus Kas (Cash Flow): Peminjam bisa mencocokkan jadwal pembayaran cicilan dengan pemasukan bulanan agar keuangan tetap stabil.
    • Mengendalikan Total Biaya Bunga: Tenor pendek menghemat total bunga yang harus dibayar, sedangkan tenor panjang membuat total bunga pinjaman menjadi lebih besar secara keseluruhan.
    • Menjadi Alat Ukur Risiko Kredit: Bagi bank atau lembaga pembiayaan, tenor membantu memperkirakan kemampuan bayar dan risiko gagal bayar debitur.

  4. 4. Faktor-faktor yang menentukan tenor

    apa itu tenor
    ilustrasi pinjaman, pinjam uang, utang (vecteezy.com/nuttawan jayawan)

    Dalam proses pengajuan suatu pembiayaan, pihak lembaga keuangan atau bank umumnya akan mempertimbangkan beberapa faktor faktor berikut sebelum menyetujui durasi tenor yang diajukan:

    • Besar Plafon Pinjaman: Besaran nominal pinjaman memegang peran krusial dalam penentuan durasi pengembalian. Kredit dengan nilai pokok yang besar biasanya akan diarahkan menggunakan pilihan tenor panjang, sementara pembiayaan berskala kecil lebih ideal diselesaikan melalui tenor pendek.
    • Faktor Usia Peminjam: Kreditur senantiasa memperhitungkan estimasi sisa masa usia produktif peminjam. Peminjam yang memiliki usia yang relatif lebih muda memiliki fleksibilitas untuk memilih rentang tenor yang lebih panjang.
    • Jumlah Pendapatan Bulanan: Tingkat penghasilan bulanan menjadi tolok ukur utama bagi bank untuk mengukur kemampuan bayar nasabah. Umumnya, peminjam yang punya keterbatasan finansial bulanan kali akan disarankan oleh bank untuk memilih tenor yang lebih panjang agar beban angsuran lebih terjangkau.

  5. 5. Tips memilih tenor yang tepat

    apa itu tenor
    Ilustrasi kalender (magnific.com)

    Agar pengelolaan keuangan tetap sehat dan terhindar dari risiko gagal bayar, kamu perhatikan bisa ikuti tips unruk memilih tenor berikut:

    • Analisis Suku Bunga: Bandingkan penawaran suku bunga kompetitif yang memberikan keuntungan optimal, baik untuk efisiensi cicilan maupun pertumbuhan hasil simpanan.
    • Kalkulasi Rasio Utang: Sesuaikan besaran cicilan bulanan agar tidak melampaui batas aman, idealnya maksimal 30% dari total pendapatan untuk menjaga rasio Debt Service Ratio (DSR).
    • Selaraskan dengan Tujuan Finansial: Pilih tenor pendek jika prioritas kamu adalah percepatan pelunasan utang, atau pilih tenor panjang untuk menjaga stabilitas arus kas bulanan dengan konsekuensi total bunga yang lebih besar.
    • Gunakan Layanan yang Legal: Pastikan kamu bertransaksi melalui institusi finansial resmi yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, serta LPS.

    Itulah pembahasan lengkap mengenai tenor, semoga ulasan ini bisa membantumu lebih bijak dalam merencanakan keuangan. Selamat memilih tenor yang paling pas dan aman untuk dompetmu!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More