Prabowo Ingin Tutup Kebocoran APBN 30 Persen: Sedang Saya Hentikan

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, ada kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 30 persen. Mulanya, Prabowo menyampaikan mengenai pendapat pakar yang menyebut ekonomi Indonesia tidak efisien.
"Apa arti tidak efisien? Artinya banyak kekayaan bocor. Mereka yang kasih nilai itu, mereka kasih mereka hitung bahwa angka kita ekonomi kita ICOR, ICOR kita 6,5. ICOR artinya bahasa bahasa sononya adalah Incremental Capital Output Ratio, artinya kalau kita mau nambah kayak 1 dolar (AS) atau 1 rupiah, untuk dapat 1 rupiah kita harus keluarkan Rp6,5. Untuk dapat 1 dolar kita harus keluarkan 6,5 dolar. Kalau negara lain mereka bisa dapat 1 dolar, mereka hanya keluarkan 4 dolar," ujar Prabowo dalam pidatonya di Harlah ke-28 PKB, dikutip Jumat (24/7/2026).
"Selisih 2 dolar sama beberapa negara tetangga kita. Dua per enam, sepertiga ini artinya 30 persen kekayaan kita bocor," sambungnya.
1. Lebih dari Rp1.000 triliun APBN bocor

Prabowo mengatakan, lebih dari Rp1.000 triliun uang di APBN bocor. Dia menegaskan, kebocoran itu sedang dihentikan.
"Anggaran negara adalah 270 miliar dolar (AS), Rp 3.700 triliun kurang lebih. Jadi kalau 30 persen bocor, artinya ya lebih Rp1.000 triliun bocor. Ini sedang saya hentikan," ucap dia.
Prabowo menegaskan, pemerintahannya ingin menutup akal-akalan para pencuri uang rakyat. Prabowo mengaku sudah mengetahui praktik pencurian uang di APBN.
"Saya mau tutup ini akal-akalan dari banyak pihak. Ya kita harus introspeksi. Kita sudah tahu ibu-ibu, bapak-bapak walaupun di daerah ya bapak-bapak, ibu-ibu semua sudah tahu apa yang terjadi, iya kan? He? Bener kan? Setiap pembelian dari lembaga pemerintah selama ini pasti harganya digelembungkan, bener? Bener? Ibu-ibu tahu apa saja kadang-kadang digelembungkannya gila-gilaan. Ini sedang kita hentikan," tutur Prabowo.
2. Pemerintah sudah lakukan efisiensi

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan, pemerintahannya sudah melakukan berbagai efisiensi. Total, sudah bisa menghemat anggaran Rp300 triliun.
"Ini yang kita hemat dari beberapa bulan pertama pemerintahan yang saya pimpin kita bisa menghemat lebih dari Rp300 triliun," ujar dia.
Mantan Menteri Pertahanan itu menyampaikan, dana yang sudah diefisiensi tersebut kemudian digunakan untuk progam Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga membangun jembatan.
"Ini yang kita gunakan untuk makan bergizi, ini yang kita gunakan untuk jembatan tadi yang disebut 5.000 jembatan kita bangun sampai Desember 2026, 5.000 jembatan. Kalau perlu tahun depan kita bangun lebih. Rakyat di desa tidak bisa nunggu mereka tidak mau nunggu lagi," ucap dia.
3. Ada 67 ribu sekolah akan direnovasi hingga akhir 2026

Selain itu, kata Prabowo, dana hasil efisien juga digunakan untuk renovasi sekolah. Pemerintah menargetkan, ada 67 ribu sekolah yang direnovasi hingga akhir 2026.
"Sekolah-sekolah roboh, roboh sampai akhir tahun kita sudah akan memperbaiki 67.000 lebih sekolah. Tahun 2027, saya instruksikan harus lebih 100 ribu sekolah yang sekian belas tahun tidak disentuh," ucapnya.





















