Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Instruksikan Langkah Atasi Kemiskinan Ekstrem

Prabowo Instruksikan Langkah Atasi Kemiskinan Ekstrem
Ilustrasi kemiskinan (ANTARA/Rivan Awal Ringga)
  • Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
  • Ada 47 pejabat negara yang menerima instruksi tersebut, termasuk menteri, kepala lembaga, dan pemerintah daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Instruksi tersebut diterbitkan dalam rangka optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Melalui Inpres tersebut, Prabowo menginstruksikan kepada 47 pejabat negara, baik menteri, kepala lembaga, hingga kepala daerah untuk memastikan keterpaduan dan sinergi program, serta kerja sama antarkementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

  1. 1. Instruksi ditujukan kepada 47 institusi negara

    Suasana sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/1/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
    Suasana sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/1/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

    Pejabat yang menerima instruksi ini, yakni:

    1. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
    2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
    3. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
    4. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan
    5. Menteri Koordinator Bidang Pangan
    6. Menteri Dalam Negeri
    7. Menteri Sosial
    8. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
    9. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
    10. Menteri Agama
    11. Menteri Kesehatan
    12. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal
    13. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
    14. Menteri Pekerjaan Umum
    15. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman
    16. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional
    17. Menteri Koperasi
    18. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
    19. Menteri Ketenagakerjaan
    20. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
    21. Menteri Kehutanan
    22. Menteri Pertanian
    23. Menteri Kelautan dan Perikanan
    24. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif
    25. Menteri Keuangan
    26. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas
    27. Menteri Badan Usaha Milik Negara
    28. Menteri Komunikasi dan Digital
    29. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN
    30. Menteri Perindustrian
    31. Menteri Perdagangan
    32. Menteri Perhubungan
    33. Menteri Transmigrasi
    34. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
    35. Kepala Staf Kepresidenan
    36. Kepala Badan Pusat Statistik
    37. Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
    38. Kepala Badan Kepegawaian Negara
    39. Kepala Badan Pangan Nasional
    40. Kepala Badan Gizi Nasional
    41. Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan
    42. Kepala Badan Informasi Geospasial
    43. Kepala Lembaga Administrasi Negara
    44. Panglima Tentara Nasional Indonesia
    45. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
    46. Para gubernur
    47. Para bupati/wali kota
  2. 2. Prabowo instruksikan langkah pengentasan kemiskinan ekstrem

    Ilustrasi kemiskinan. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
    Ilustrasi kemiskinan. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    Prabowo menginstruksikan langkah-langkah strategis kepada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam rangka optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

    Dalam Inpres Nomor 8 Tahun 2025, disebutkan pihak-pihak yang terlibat diminta untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing guna mengoptimalkan pelaksanaan program pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Hal tersebut bertujuan memastikan ketepatan sasaran serta integrasi program antarkementerian/lembaga dengan melibatkan peran serta masyarakat.

    Kemudian yang kedua, Prabowo menginstruksikan untuk melaksanakan optimalisasi program secara tepat sasaran melalui strategi kebijakan yang mencakup pngurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan.

    Ketiga, Prabowo menginstruksikan untuk menggunakan data tunggal sosial dan ekonomi nasional sebagai dasar dalam menentukan sasaran program pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, termasuk program sekolah rakyat, sesuai dengan strategi kebijakan sebagaimana dimaksud pada diktum Kedua.

  3. 3. Prabowo tetapkan masa berlaku Inpres hingga 2029

    Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat memimpin sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/1/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
    Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat memimpin sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/1/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

    Berdasarkan Inpres tersebut, Prabowo menyatakan pendanaan untuk optimalisasi pelaksanaan program pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem berasal dari beberapa sumber, yaitu:

    • Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
    • Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
    • Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes)
    • Sumber lain yang sah dan tidak mengikat, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Pelaksanaan Inpres dikoordinasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Instruksi Presiden tersebut berlaku hingga 31 Desember 2029. Prabowo juga menekankan, seluruh pihak yang menerima instruksi wajib melaksanakan Inpres ini dengan penuh tanggung jawab.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More