Prabowo Mau RI Segera Swasembada Jagung untuk Pakan Ternak

- Indonesia sudah swasembada beras pada 2025, capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
- Prabowo tegaskan kabinet kompak dalam menjalankan program pemerintah.
- Prabowo singgung konflik di negara pemasok beras, menilai ketergantungan impor beras sebagai risiko besar.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menargetkan swasembada jagung dalam waktu dekat untuk memenuhi kebutuhan pakan, sebelum memperluas swasembada ke komoditas pangan lainnya.
"Kita akan terus memperkuat, terus memperkuat. Sebentar lagi kita swasembada jagung untuk pakan para petani dan peternak, habis itu kita akan swasembada di bidang-bidang lain," kata Prabowo dalam peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Banjarbaru, Kalimantan, Senin (12/1/2026).
1. Indonesia sudah swasembada beras pada 2025

Indonesia, kata Prabowo, secara resmi mencapai swasembada beras pada 31 Desember 2025. Capaian itu diraih di tengah tantangan cuaca ekstrem, termasuk fenomena El Nino dan kekeringan berkepanjangan yang terjadi sepanjang 2024 hingga 2025.
Dia menyebut, meski menghadapi kondisi tersebut, Indonesia mampu menghasilkan produksi beras tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Selain itu, cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang juga tercatat sebagai yang tertinggi sejak Indonesia merdeka.
"Desember 31 2025, saya ulangi, Desember 31/25 resmi Indonesia mencapai swasembada beras," ujar orang nomor satu di Indonesia itu.
2. Prabowo tegaskan kabinet kompak

Prabowo menegaskan, soliditas kabinetnya dalam menjalankan program-program pemerintah. Dia mengaku merasakan kekompakan di antara kementerian dan lembaga yang dinilainya menjadi kunci pencapaian berbagai target nasional.
Dia mengatakan, keberhasilan yang dicapai pemerintah sejauh ini merupakan bukti kerja bersama dan kekompakan seluruh unsur pemerintahan dalam menghadapi berbagai tantangan.
"Kita mencapai keberhasilan demi keberhasilan, bukti demi bukti," ujarnya.
3. Prabowo singgung konflik di negara pemasok beras

Strategi swasembada pangan sejalan dengan dinamika global. Itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat kepada jajaran Kabinet Merah Putih dalam agenda retreat pemerintahan di Hambalang, Jawa Barat, pada Selasa (6/1).
Prabowo menilai, ketergantungan impor beras menjadi risiko besar di tengah kondisi dunia yang tidak stabil. Dia menyinggung sejumlah negara yang selama ini menjadi sumber impor beras Indonesia, seperti Thailand, Kamboja, dan Vietnam, yang kini dilanda konflik berulang.
Selain itu, Prabowo juga menyebut, India sebagai salah satu sumber pangan dunia, kini juga berada dalam konflik dengan Pakistan.
"Dalam keadaan seperti itu, bayangkan, amankah kita tergantung impor dari negara yang konflik?" ujar Prabowo.



















