Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Pertanyakan Produktivitas Sawit RI Kalah dari Malaysia
Presiden Prabowo Subianto saat membuka Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026. (YouTube/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo menyoroti produktivitas kelapa sawit Indonesia yang masih kalah dari Malaysia dan mempertanyakan penyebabnya kepada kalangan akademisi.
  • Ia juga menyinggung ketergantungan Indonesia pada impor gandum karena belum mampu menghasilkan benih sendiri meski memiliki banyak peneliti unggul.
  • Prabowo menyoroti industri otomotif nasional, mempertanyakan mengapa Indonesia belum memiliki mobil dan motor buatan sendiri meski kebutuhan pasar sangat besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan produktivitas kelapa sawit Indonesia yang menurutnya masih lebih rendah dibandingkan Malaysia jika dihitung luas lahan atau per hektare (ha). Hal itu disampaikannya saat membuka Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026.

Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan, pertanyaan tersebut kerap disampaikannya kepada kalangan akademisi yang berada di lingkungan kampus.

"Saya tanya, kenapa kelapa sawit per hektare di Malaysia produktivitasnya lebih dari kita? Kenapa? Saya selalu minta mereka," kata Prabowo pada Jumat (26/6/2026).

Dia mengungkapkan, dalam berbagai kesempatan bertemu dengan para profesor dan peneliti, termasuk dari IPB, dirinya juga mempertanyakan alasan Indonesia belum mampu menghasilkan benih gandum sendiri sehingga masih harus mengimpor.

"Berkali-kali saya datang kepada kampus. Saya datang, saya minta orang-orang terpintar. Tanya Pak Brian, tanya Profesor Sigit. Saya tanya profesor-profesor IPB, kenapa kita tidak bisa punya benih gandum? Kenapa kita harus impor gandum?" ujarnya.

Selain itu, Prabowo turut menyoroti industri otomotif nasional. Menurutnya, setelah 81 tahun merdeka, Indonesia masih belum memiliki mobil buatan sendiri. Dia juga mempertanyakan mengapa kebutuhan sekitar 10 juta unit sepeda motor setiap tahun belum diikuti dengan hadirnya pabrik motor buatan Indonesia.

"Saya berdiri di depan saudara-saudara, kalian yang PhD. Kenapa kita tidak punya. Kita beli motor 10 juta motor tiap tahun. Kenapa tidak ada pabrik buatan Indonesia?" tutur Prabowo.

Editorial Team

Related Article