Prabowo Sebut Singkong Bisa Jadi Etanol untuk Kemandirian Energi RI

- Potensi singkong, tebu, hingga sawit untuk energi.
- Ingatkan agar tak bergantung pada negara lain.
- Prabowo bangga Indonesia swasembada beras.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia memiliki karunia sumber daya alam yang besar sehingga mampu memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bergantung pada negara lain.
Dia menilai sektor pertanian tidak hanya berperan dalam pemenuhan pangan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendukung kemandirian energi nasional.
"Ternyata dari pertanian kita bisa tidak tergantung bangsa lain juga. Soal makan tapi juga soal energi," kata Prabowo dalam kegiatan panen raya, Rabu (7/1/2026).
1. Potensi singkong, tebu, hingga sawit untuk energi

Prabowo menjelaskan berbagai komoditas pertanian dapat diolah menjadi sumber energi alternatif. Singkong dan tebu, kata dia, bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan etanol sebagai campuran bahan bakar bensin.
"Dari singkong kita bisa hasilkan etanol untuk bensin. Dari tebu kita juga bisa hasilkan etanol," katanya.
Sementara itu, orang nomor satu di Indonesia itu menjelaskan kelapa sawit dapat diolah menjadi bahan bakar setara solar untuk mendukung kebutuhan energi dalam negeri.
2. Ingatkan agar tak bergantung pada negara lain

Prabowo juga mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak lengah dan tidak bergantung pada negara lain, terutama dalam urusan kebutuhan dasar seperti pangan dan energi.
"Jangan mau, jangan lengah, jangan tergantung bangsa lain. Apalagi untuk makan juga untuk BBM, untuk energi," ujarnya.
3. Prabowo bangga Indonesia swasembada beras

Prabowo menyampaikan Indonesia telah mencapai swasembada beras karena sepanjang 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras sama sekali. Menurutnya itu menjadi momen yang membanggakan karena target tercapai lebih cepat.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam peringatan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
"Saudara-saudara, di perayaan Natal ini saya dengan bangga hari ini saya bisa menyampaikan, begitu lewat 31 Desember 2025, bangsa Indonesia sekarang sudah swasembada beras. Tahun 2025, kita tidak impor beras sama sekali," katanya.



















