Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengakui memiliki mandat untuk melakukan transformasi ekonomi sebagai Presiden ke-8 RI yang telah mengucapkan sumpah janji di hadapan rakyat pada 20 Oktober 2024.
Prabowo akan bertekad untuk melakukan transformasi ekonomi Indonsia menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila.
Hal ini disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan Hari Pancasila di Gedung Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Jakarta, Senin (1/6/2026).
"Karena itulah saya berkeyakinan bahwa tugas sejarah kita saat ini tugas sejarah saya sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia sebagai mandatoris rakyat yang disumpah di hadapan rakyat adalah untuk melakukan transformasi bangsa terutama transformasi ekonomi nasional," kata Prabowo.
Kepala Negara turut menyoroti rakyat Indonesia yang selama ini hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri. Padahal, dia mengatakan, Indonesia merupakan produsen komuditas-komuditas strategis yang dibutuhkan dunia modern.
"Terlalu lama sebagian sumber daya kita dinikmati di luar negeri, terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri," kata dia.
Sebelumnya, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menyampaikan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
Tema ini menjadi pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia. Peringatan bersejarah ini akan menggunakan logo resmi lambang negara, Garuda Pancasila.
