Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Progres Pembangunan 104 Sekolah Rakyat Capai 15,5 Persen
Pembangunan calon Sekolah Rakyat di Kelurahan/Kecamatan Nglames, Madiun dikebut. IDN Times/Riyanto.
  • Kementerian PU mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi dengan progres nasional 15,54 persen untuk pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas SDM.
  • Setiap Sekolah Rakyat dibangun di lahan 5–10 hektare sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan fasilitas modern seperti ruang kelas digital, laboratorium, perpustakaan, asrama, dan area olahraga.
  • Pemerintah fokus mengatasi kendala teknis konstruksi dan memperkuat koordinasi pusat-daerah agar proyek selesai tepat waktu, dengan beberapa wilayah seperti Sragen mencatat progres di atas rata-rata nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi di seluruh Indonesia. Hal itu untuk mendukung pemerataan akses pendidikan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Program tersebut tersebar di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota. Target kapasitasnya mencapai 112.320 siswa yang terbagi dalam 3.744 rombongan belajar.

Hingga 22 Maret 2026, progres fisik pembangunan secara nasional telah mencapai 15,54 persen. Capaian itu dipengaruhi oleh percepatan konstruksi di lapangan, penyelesaian masalah lahan, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

1. Komitmen peningkatan kualitas SDM

Pembangunan calon Sekolah Rakyat di Kelurahan/Kecamatan Nglames, Madiun dikebut. IDN Times/Riyanto.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas. Proyek itu dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.

Dody menegaskan, Kementerian PU berupaya memastikan seluruh fasilitas pendidikan tersebut dibangun dengan cepat dan tetap mengedepankan kualitas bangunan yang baik.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Senin (23/3/2026).

2. Fasilitas kawasan pendidikan terpadu

Siswa Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 9 Jakarta Timur/ IDN Times Dini Suciatiningrum.

Sekolah Rakyat Tahap II dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5-10 hektare milik pemerintah daerah. Setiap lokasi dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang dilengkapi berbagai fasilitas modern.

Fasilitas tersebut mencakup ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, serta asrama bagi siswa dan guru. Selain itu, tersedia fasilitas penunjang seperti kantin, klinik, lapangan olahraga, ruang ekstrakurikuler, dan ruang terbuka hijau.

3. Percepatan kendala teknis di lapangan

Graha Pusat Literasi Kecamatan Plaosan ini bakal dimanfaatkan untuk Sekolah Rakyat Rintisan. IDN Times/Riyanto.

Kementerian PU saat ini fokus menyelesaikan berbagai kendala teknis, mulai dari akses konstruksi, mobilisasi material, hingga kesiapan infrastruktur pendukung. Hal itu dilakukan agar seluruh proyek berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Sebagai contoh, pembangunan di Provinsi Jawa Tengah yang tersebar di 11 lokasi menunjukkan progres yang bervariasi. Wilayah pembangunan dibagi menjadi dua, yakni Jawa Tengah 1 (Banyumas, Cilacap, Brebes, Wonosobo, dan Temanggung) serta Jawa Tengah 2 (Jepara, Pati, Rembang, Sragen, Sukoharjo, dan Kota Semarang).

Di beberapa titik, progres pembangunan tercatat telah melampaui rata-rata nasional. Salah satunya di Kabupaten Sragen yang progresnya telah mencapai 30,9 persen. Sinergi dengan pemerintah daerah akan terus diperkuat agar fasilitas ini segera selesai dan dapat digunakan oleh masyarakat.

Editorial Team