Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Purbaya Curhat: Saya Menteri Paling Tidak Beruntung di Dunia
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indonesia menghadapi empat tekanan ekonomi dalam beberapa bulan terakhir.
  • Tekanan mencakup likuiditas, asesmen MSCI, prospek peringkat utang Fitch, dan gejolak rupiah.
  • Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mendekati 6 persen pada paruh kedua tahun ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
April 2026

Purbaya menghadiri pertemuan IMF dan Bank Dunia. Dalam forum itu, ia berseloroh menyebut dirinya menteri paling tidak beruntung di dunia.

13 Juli 2026

S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.

Selasa (4/8/2026)

Purbaya menyampaikan Indonesia menghadapi empat tekanan ekonomi sekaligus dalam GIIAS 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Indonesia menghadapi empat tekanan ekonomi sekaligus, termasuk pengetatan likuiditas, reaksi pasar atas asesmen MSCI, revisi prospek Fitch, dan gejolak rupiah.
  • Who?
    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kondisi tersebut dan rencana pemerintah.
  • Where?
    Purbaya menyampaikan pernyataan dalam pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
  • When?
    Pernyataan disampaikan Selasa (4/8/2026). Purbaya juga menghadiri pertemuan IMF dan Bank Dunia pada April 2026.
  • Why?
    Pemerintah menargetkan pertumbuhan mendekati 6 persen untuk mengompensasi laju pertumbuhan kuartal II yang sedikit melambat dibanding kuartal I.
  • How?
    Pemerintah berencana memaksimalkan seluruh instrumen fiskal dan moneter pada paruh kedua tahun ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pak Purbaya bilang Indonesia menghadapi empat tekanan ekonomi. Ada masalah likuiditas, MSCI, Fitch, dan rupiah. Pak Purbaya juga pernah bilang dirinya menteri paling tidak beruntung. Sekarang, ia mengatakan ekonomi masih tumbuh di atas 5 persen. Pemerintah mau memakai kebijakan fiskal dan moneter supaya pertumbuhan bisa mendekati 6 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kondisi ekonomi yang diklaim tetap stabil di tengah empat tekanan menunjukkan kebijakan fiskal dan moneter masih diarahkan untuk menjaga pertumbuhan serta sistem keuangan. Peringkat utang Indonesia yang dipertahankan S&P pada level BBB dengan outlook stabil juga menjadi dasar optimisme pemerintah dalam mengejar pertumbuhan mendekati 6 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Indonesia sempat menghadapi empat tekanan ekonomi sekaligus dalam beberapa bulan terakhir.

Tekanan tersebut meliputi pengetatan likuiditas, reaksi pasar atas asesmen MSCI, revisi prospek (outlook) peringkat utang menjadi negatif oleh Fitch, serta gejolak nilai tukar rupiah. Meski begitu, kondisi perekonomian nasional diklaim masih tetap stabil dan mampu bertahan.

"Jadi biasanya shock sudah cukup menguji ketahanan ekonomi, kalau satu saja sudah cukup biasanya. Jadi kali ini kita menghadapi empat tekanan sekaligus," kata Purbaya dalam pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Selasa (4/8/2026).

1. Purbaya sebut dirinya menteri paling tidak beruntung

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Purbaya menceritakan pengalamannya saat menghadiri pertemuan IMF dan Bank Dunia pada April 2026. Dalam forum itu, dia berseloroh menamai dirinya sebagai menteri paling tidak beruntung di dunia.

"Ketika saya pergi ke pertemuan IMF dan Bank Dunia pada April lalu, saya mengatakan kepada mereka bahwa saya adalah menteri yang tidak beruntung, menteri yang paling tidak beruntung di dunia," ujar dia.

Sejak awal menjabat, dia langsung dihadapkan pada aksi demonstrasi besar. Setelah situasi kondusif, tekanan berlanjut dari evaluasi MSCI, disusul rilis berita negatif dari lembaga pemeringkat Fitch dan Moody's, hingga kemunculan konflik Amerika Serikat-Iran.

"Setelah itu, mereka tidak menyukai saya. Mereka hanya mengatakan menteri ini tidak cukup baik," kata mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.

2. Purbaya bakal buktikan ekonomi Indonesia baik-baik saja

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Di tengah ketidakpastian gejolak, Purbaya menegaskan, fondasi ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih kuat dibandingkan krisis masa lalu. Kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang diterapkan dinilai berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi tetap di atas 5 persen dan sistem keuangan tetap stabil.

Meski capaian tersebut masih menuai kritik dari sejumlah ekonom, Purbaya optimistis dapat membuktikan efektivitas kebijakan pemerintah sudah berada di jalur yang benar.

"Kami masih mampu tumbuh di atas 5 persen. Menurut saya, itu merupakan pencapaian yang sangat baik. Namun, para ekonom masih mengatakan bahwa itu belum cukup baik. Saya akan membuktikan kepada mereka bahwa mereka salah," tuturnya.

3. Target pertumbuhan paruh kedua mendekati 6 persen

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Memasuki paruh kedua tahun ini, pemerintah berencana memaksimalkan seluruh instrumen fiskal dan moneter guna mendorong pertumbuhan ekonomi mendekati angka 6 persen. Itu untuk mengompensasi laju pertumbuhan kuartal II yang sempat sedikit melambat dibanding kuartal I.

Optimisme ini diperkuat oleh rilis S&P Global Ratings pada 13 Juli 2026. S&P mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil, yang mengonfirmasi kepercayaan investor global dan ketahanan ekonomi nasional masih terjaga dengan baik.

"Saya akan memastikan bahwa pada paruh kedua tahun ini, ekonomi kita dapat tumbuh mendekati sekitar 6 persen. Saya akan mengerahkan seluruh kebijakan yang memungkinkan," katanya.

Editorial Team

Related Article