Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi ekonomi Indonesia tidak bisa hanya diukur dari pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, sejumlah indikator lain justru menunjukkan prospek ekonomi domestik masih terjaga.
"Kalau kita lihat di sini, optimisme terhadap Indonesia masih ada. Jadi jangan terlalu melihat hanya satu indikator saja, yakni nilai tukar rupiah," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat menguat tipis pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026). Mata uang Garuda menguat 13 poin atau 0,07 persen ke level Rp18.036 per dolar AS. Sebelumnya pada pagi hari, rupiah juga menguat 22 poin atau 0,12 persen ke Rp18.027 per dolar AS.
