Presiden Prabowo dalam pidatonya saat peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, di Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (12/1/2026). (Dok. Sekretariat Presiden)
Purbaya mengingatkan bahwa "bekingan" pegawai pajak adalah Presiden Prabowo Subianto langsung, yang bertujuan untuk mengamankan penerimaan negara. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk tidak takut dengan siapa pun yang mengaku memiliki bekingan kuat.
"Kalau ada yang ribut-ribut, hajar. Kalau ada yang bawa beking, hajar. Kalau yang bekingnya terlalu kuat, kasih tahu saya. Kita bekingnya presiden langsung jadi Anda nggak usah takut. Kan tidak ada bintang yang lebih tinggi dari presiden kan? Jadi harusnya Anda semua menjalankan tugas Anda, kecuali Anda punya niat sendiri yang tidak bagus," ucap Purbaya.
Purbaya mengaku telah mengetahui dari pegawai pajak bahwa pihak yang suka tawar-menawar memiliki bekingan. Meski tidak dijelaskan lebih lanjut siapa bekingan yang dimaksud.
"Kalau saya tanya bawahan, kenapa nggak gerak? Ada bekingnya. Siapa bekingnya? Diem. Jadi saya agak bingung. Saya sih selama ini nggak pernah dengar ada beking nama-nama yang muncul, hanya samar-samar saja. Itu yang saya tegaskan tadi, kalau ada ya kasih tahu saya, diberesin," tuturnya.
"Jadi ini bukan main-main. Kalau tahun lalu kan saya bisa bilang pendapatan pajak nggak tercapai saya masih baru, tahun ini kan saya nggak bisa," tambahnya.