Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wacana Rekening WNI Otomatis Ditunda ke 2027, Anggaran Rp3,8 Triliun

2 min read
Wacana Rekening WNI Otomatis Ditunda ke 2027, Anggaran Rp3,8 Triliun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab isu terkait keberlanjutan tarif Trump. (IDN Times/Triyan).
  • Pemerintah menunda pembukaan rekening otomatis bersaldo awal Rp50 ribu bagi warga usia 17 tahun; program masih dibahas dan diproyeksikan berjalan awal 2027.
  • Program diperkirakan membutuhkan anggaran Rp3,8 triliun untuk menjangkau sekitar 76,8 juta orang yang belum memiliki rekening bank, berdasarkan pemetaan pemerintah.
  • Rekening akan terintegrasi saat pembuatan KTP melalui data Dukcapil, disediakan BRI dan BSI; pemerintah menyiapkan skema agar rekening tidak dormant.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah memastikan rencana pemerintah membuka rekening bank secara otomatis dengan saldo awal Rp50 ribu bagi warga yang memasuki usia 17 tahun belum akan direalisasikan tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pemerintah masih membahas teknis pelaksanaan program tersebut. Ia memproyeksikan program itu baru dapat dijalankan pada awal 2027.

"Tahun ini masih kita bahas. Insyaallah awal 2027 berjalan programnya," ujar Airlangga ketika ditemui di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (23/9/2026).

  1. 1. Butuh anggaran Rp3,8 triliun untuk topup saldo Rp50 ribu per rekening

    Ilustrasi rekening tabungan (Pixabay.com)
    Ilustrasi rekening tabungan (Pixabay.com)

    Airlangga mengatakan, perkembangan rancangan program tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan hasil pemetaan, masih terdapat sejumlah warga berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening bank.

    Meski tidak menyebutkan jumlah pastinya, Airlangga memperkirakan kebutuhan anggaran program tersebut. Jika setiap warga yang menjadi sasaran mendapat saldo awal Rp50 ribu, pemerintah perlu menyiapkan dana sekitar Rp3,8 triliun. Dengan anggaran tersebut, program diperkirakan dapat menjangkau sekitar 76,8 juta orang.

    "Kita sedang lihat bahwa yang sejumlah tertentu tersebut membutuhkan dana. Kalau kita kasih Rp50 ribu, (totalnya) sekitar Rp3,8 triliun," ujar Airlangga.

  2. 2. Cari cara agar rekening tak dormant

    ilustrasi rekening
    ilustrasi rekening (vecteezy.com/Thanapon Paulsukmanokul)

    Airlangga juga memastikan potensi rekening dormant atau tidak aktif bagi warga berusia 17 tahun ke atas yang sudah menikah tidak akan menjadi persoalan. Sebab, rekening tersebut nantinya dapat digunakan sebagai wadah penyaluran dana bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

    Sementara itu, pemerintah masih mencari skema agar rekening milik warga berusia 17 tahun yang belum menikah tetap aktif. Menurut Airlangga, kelompok tersebut saat ini belum berstatus sebagai penerima bansos.

    "Kita mau melihat dengan Menteri Keuangan program lanjutan seperti apa. Kalau yang usia 17 sampai belum menikah, kita sedang melihat program apa yang bisa diberikan kepada mereka supaya rekeningnya tidak dorman," ujar Airlangga.

  3. 3. Mekanisme pelaksanaan program akan terhubung dengan data dukcapil

    Ilustrasi rekening koran (freepik.com/katemangostar)
    Ilustrasi rekening koran (freepik.com/katemangostar)

    Terkait mekanisme pelaksanaannya, Airlangga menjelaskan rekening tersebut rencananya diberikan secara otomatis kepada warga bersamaan dengan proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

    Nantinya, sistem tersebut telah terintegrasi dengan data pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

    Adapun dua bank yang ditunjuk pemerintah sebagai penyedia rekening tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More