Jakarta, IDN Times - Wilmar International Limited (Wilmar) buka suara tentang dugaan manipulasi harga ekspor minyak sawit. Wilmar diketahui jadi satu dari 10 perusahaan yang disebut Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa melakukan praktik under invoicing minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO).
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Singapura (SGX), Manajemen Wilmar menyatakan belum ada pemberitahuan resmi kepada perusahaan terkait penyidikan yang dilakukan Pemerintah Indonesia.
"Wilmar ingin mengklarifikasi bahwa kami belum menerima pemberitahuan resmi mengenai penyelidikan yang disebutkan dalam artikel tersebut, tetapi kami sedang bekerja sama dengan pihak berwenang terkait untuk memahami kekhawatiran mereka," sebut Manajemen Wilmar, dikutip Jumat (29/5/2026).
