Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Respons Wilmar Disebut Terlibat Manipulasi Ekspor CPO oleh Purbaya
perusahaan Wilmar (wilmar-international.com/)
  • Wilmar menegaskan belum menerima pemberitahuan resmi soal penyelidikan dugaan manipulasi ekspor CPO, namun siap bekerja sama dengan otoritas untuk memahami isu yang disorot pemerintah.
  • Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa Wilmar dan Musim Mas termasuk dalam daftar 10 eksportir sawit terbesar yang diduga melakukan praktik under invoicing ekspor minyak sawit mentah.
  • Pemerintah melalui Kementerian Keuangan tengah memeriksa sekitar 20 perusahaan sawit, dengan fokus pada 10 eksportir terbesar yang terdiri dari perusahaan lokal dan asing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wilmar International Limited (Wilmar) buka suara tentang dugaan manipulasi harga ekspor minyak sawit. Wilmar diketahui jadi satu dari 10 perusahaan yang disebut Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa melakukan praktik under invoicing minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO).

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Singapura (SGX), Manajemen Wilmar menyatakan belum ada pemberitahuan resmi kepada perusahaan terkait penyidikan yang dilakukan Pemerintah Indonesia.

"Wilmar ingin mengklarifikasi bahwa kami belum menerima pemberitahuan resmi mengenai penyelidikan yang disebutkan dalam artikel tersebut, tetapi kami sedang bekerja sama dengan pihak berwenang terkait untuk memahami kekhawatiran mereka," sebut Manajemen Wilmar, dikutip Jumat (29/5/2026).

1. Wilmar pastikan beri penjelasan kepada investor

ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama)

Dalam pernyataan yang sama, Manajemen Wilmar juga memastikan bakal memberikan penjelasan kepada investor dan pasar begitu mendapatkan informasi perihal penyidikan tersebut.

"Jika dan ketika kami menerima pemberitahuan resmi bahwa Wilmar sedang diselidiki atas dugaan praktik penggelapan faktur dan penetapan harga transfer ekspor, kami akan memperbarui informasi tersebut kepada pasar," tulis Manajemen Wilmar.

2. Purbaya benarkan sejumlah perusahaan terduga praktik under invoicing

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Sebelumnya, Purbaya membenarkan sejumlah nama perusahaan sawit besar yang beredar dalam isu dugaan praktik under-invoicing ekspor minyak kelapa sawit mentah atau CPO. Hal itu disampaikan Purbaya saat ditanya jurnalis mengenai daftar perusahaan yang disebut-sebut masuk dalam 10 eksportir sawit terbesar yang diduga melakukan manipulasi nilai ekspor.

Dalam kesempatan itu, jurnalis menyebut beberapa nama grup besar seperti Wilmar dan Musim Mas. Purbaya kemudian mengonfirmasi kedua nama tersebut masuk dalam daftar yang dimaksud.

"Itu udah betul (masuk ke dalam daftar 10 perusahaan) dua-duanya (Wilmar dan Musim Mas)," kata Purbaya di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

3. Ada perusahaan dalam dan luar negeri

ilustrasi ekspor (IDN Times/Aditya Pratama)

Perusahaan yang diperiksa terdiri dari eksportir besar sektor sawit. Menurut dia, perusahaan tersebut merupakan campuran perusahaan dalam negeri dan asing. Purbaya mengatakan, fokus pemerintah saat ini berada pada 10 eksportir terbesar di sektor tersebut.

"Perusahaan dalam negeri, campur kali. (Semuanya) 10 eksportir terbesar," kata mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.

Purbaya menyebut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 20 perusahaan. Namun, dia mengatakan, sebagian perusahaan lain yang diperiksa memiliki skala lebih kecil.

Editorial Team

Related Article