RI Bakal Setop Ekspor Migas dan Minerba Lewat Negara Perantara

Pemerintah mempertimbangkan skema ekspor langsung untuk komoditas migas dan minerba tanpa melewati negara perantara.
Bahlil menekankan pentingnya sikap saling menghargai dalam hubungan dengan investor asing.
Indonesia disebut telah mengirim sekitar 146 kargo LNG ke Singapura, di tengah pengurangan pasokan melalui pipa.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mempertimbangkan perubahan skema ekspor komoditas minyak dan gas bumi (migas) serta mineral dan batu bara (minerba).
Pemerintah ingin pengiriman komoditas Indonesia ke negara tujuan dilakukan secara langsung tanpa melalui negara perantara. Bahlil mencontohkan ekspor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) ke Jepang dan Eropa.
"Contoh ekspor LNG, kalau kita mau ekspor ke Jepang, ya langsung ke Jepang saja, enggak usah lewat negara-negara lain. Kalau mau ekspor ke Eropa, ya Eropa saja langsung. Begitupun mau ekspor ke mana ya, langsung saja dari Indonesia," katanya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026).
1. Bahlil pertimbangkan ekspor komoditas tanpa negara perantara

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Trio Hamdani) Pria yang juga Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi itu mengatakan, pemerintah masih mempertimbangkan skema ekspor langsung agar komoditas Indonesia tidak perlu melewati negara lain sebelum sampai ke tujuan.
Dia menilai, komoditas yang berasal dari Indonesia seharusnya bisa dikirim langsung ke negara pembeli. Jika ada pihak yang tidak menyetujui rencana tersebut, pemerintah akan membicarakannya secara baik-baik.
"Sedang saya pertimbangkan, jangan lagi mampir di ini, di sini, di sini. Enggak usah, langsung saja. Barang-barang punya Indonesia kok, kenapa harus mampir-mampir? Kalau mereka enggak mau, ya sudah, kita bicarain baik-baik. Sifatnya kita itu, Indonesia terlalu baik," ujar Bahlil.
2. Bahlil minta investor asing saling menghargai

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani) Bahlil mengatakan, Prabowo mengarahkan jajarannya untuk memperlakukan investor asing yang masuk ke Indonesia seperti saudara sendiri. Namun, menurutnya, hubungan tersebut harus disertai sikap saling menghargai dari kedua belah pihak.
"Itu arahan. Tapi juga kalau saudara yang kita sudah anggap saudara, juga harus berperilaku sama seperti juga menghargai saudaranya yang lain. Jangan hanya sendiri, yang lain tidak. Saya pikir gitu," tuturnya.
3. RI kirim 146 kargo LNG ke Singapura

ilustrasi kapal kargo curah (pexels.com/Jeffry Surianto) Bahlil juga mengungkapkan, ekspor gas Indonesia tidak hanya dilakukan melalui jaringan pipa. Indonesia turut mengirimkan LNG dalam bentuk kargo, dengan jumlah yang disebut mencapai sekitar 146 kargo.
"Gas LNG yang kita kirim totalnya itu kurang lebih sekitar 146 kargo," kata mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Bahlil menjelaskan ekspor gas Indonesia ke Singapura. Sebelumnya, pemerintah mengurangi pasokan gas melalui pipa ke negara tersebut sebesar 31 billion British thermal units per day (BBTUD).
Bahlil menyebut, pengurangan itu masih berada dalam batas minimum kontrak ekspor. Pemerintah menyatakan, langkah tersebut berkaitan dengan pemeliharaan fasilitas produksi gas dan kebutuhan pasokan untuk pembangkit listrik serta industri domestik.






















