Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bahlil Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Nasib Impor Pertalite Gimana?

2 min read
Bahlil Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Nasib Impor Pertalite Gimana?
Ilustrasi kapal tanker yang berlayar di perairan terbuka (pexels.com/Alexander Bobrov)
  • Pemerintah menyatakan sudah memperhitungkan risiko pengurangan ekspor gas ke Singapura di tengah impor sebagian Pertalite dari negara tersebut.

  • Bahlil menyebut sekitar 58 persen konsumsi minyak Indonesia pada Januari 2025 dipenuhi melalui impor dari Singapura.

  • Pemerintah menyiapkan pengaktifan sumur idle, optimalisasi teknologi, dan percepatan pengembangan 300 sumur untuk meningkatkan produksi minyak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah memastikan telah memperhitungkan risiko kebijakan energi Indonesia, termasuk pengurangan ekspor gas ke Singapura di tengah ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar minyak (BBM) dari negara tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan bensin RON 90 atau Pertalite dari Singapura.

"Kita kan tahu, teman-teman kan tahu bahwa RON 90 itu kan sebagian masih impor dari negara sebelah. Saya sudah memperhitungkan semuanya, saya sudah mempertimbangkan semuanya," kata Bahlil kepada jurnalis di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026).

  1. 1. Bahlil tegaskan tak mungkin ambil kebijakan tanpa perhitungan

    20261026_134323(1).jpg
    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

    Bahlil menegaskan pemerintah telah mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan di sektor energi. Dia menyatakan, perhitungan tersebut telah dilakukan sebelum pemerintah melangkah, termasuk dalam menghadapi dinamika pasokan energi.

    "Kita sebelum melangkah, tidak mungkin tidak mempertimbangkan, memperhitungkan semuanya. Sudah. Kalau di sektor energi kita sudah pertimbangkan semuanya," ujar dia.

  2. 2. Sebanyak 58 persen impor minyak Indonesia dari Singapura

    ilustrasi kapal tanker
    ilustrasi kapal tanker (unsplash.com/Shaah Shahidh)

    Pada Januari 2025, Bahlil pernah menyoroti ketergantungan Indonesia pada impor minyak dan BBM dari Singapura. Dia menyebut sekitar 58 persen konsumsi minyak Indonesia dipenuhi melalui impor dari Singapura.

    Bahlil menilai kondisi tersebut menjadi ironi karena Indonesia membeli minyak dari negara yang tidak memiliki produksi minyak mentah seperti negara-negara penghasil minyak di Timur Tengah.

    "58 persen konsumsi minyak kita itu impornya itu dari Singapura. Jadi kita ini impor minyak dari negara yang tidak mempunyai minyak yang harganya sama dengan dari middle east," kata Bahlil pada Kamis (30/1/2025).

  3. 3. Bahlil siapkan tiga strategi tingkatkan produksi minyak

    20261026_134111.jpg
    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)

    Untuk meningkatkan produksi atau lifting minyak nasional hingga 900 ribu-1 juta barel per hari pada 2028-2029, Bahlil pada Januari 2025 menyampaikan tiga langkah yang akan ditempuh pemerintah.

    Pertama, pemerintah akan mengaktifkan kembali sumur-sumur minyak yang tidak berproduksi atau idle well. Kedua, pemerintah akan mengoptimalkan sumur yang masih beroperasi dengan menggunakan teknologi, termasuk Enhanced Oil Recovery (EOR).

    Ketiga, pemerintah akan mempercepat pengembangan 300 sumur yang telah selesai dieksplorasi, tetapi belum memiliki Plan of Development (PoD).

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More