Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bahlil Pastikan Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas Tak Langgar Kontrak

2 min read
Bahlil Pastikan Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas Tak Langgar Kontrak
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Pengurangan ekspor gas Indonesia ke Singapura sebesar 31 BBTUD disebut masih berada dalam batas minimum kontrak.

  • Kebijakan tersebut berkaitan dengan pemeliharaan sejumlah sumur gas dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

  • Bahlil meminta hubungan perdagangan energi berjalan dengan penghormatan dan perlakuan setara antarnegara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pengurangan ekspor gas ke Singapura sebesar 31 billion British thermal units per day (BBTUD) tidak melanggar kontrak. Sebab, itu masih berada dalam batas minimum yang diatur dalam perjanjian ekspor.

Bahlil menjelaskan, kebijakan itu diambil karena ada pemeliharaan atau penghentian sementara operasi (shutdown) pada sejumlah sumur gas serta kebutuhan dalam negeri yang harus dipenuhi. Pemerintah, kata dia, tetap berpegang pada komitmen untuk menghormati kontrak dan aturan yang berlaku.

"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, negara kita adalah negara yang menghargai kontrak, aturan. Jadi jangan ajari Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga, menghargai kontrak," kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026).

  1. 1. RI ekspor 409,55 BBTUD gas pipa ke Singapura

    Ilustrasi pipa minyak dan gas.
    ilustrasi pipa minyak dan gas (pexels.com/Wolfgang Weiser)

    Bahlil menjelaskan, total ekspor gas bumi Indonesia ke Singapura melalui jaringan pipa mencapai 409,55 BBTUD. Pasokan tersebut berasal dari dua wilayah, yakni Laut Natuna dan Sumatra. Dari jumlah itu, pemerintah mengurangi ekspor sebesar 31 BBTUD atau sekitar 8 persen.

    "Saya membaca berita, 31 (BBUTD ekspor gas) itu ternyata baru 2 persen konsumsi dari negara sahabat kita," kata pria yang juga Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi itu.

    Sebaliknya, jika seluruh pasokan gas pipa dari Indonesia sebesar 409,55 BBTUD terhenti, jumlah tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 30 persen kebutuhan gas Singapura yang mencapai lebih dari 1.000 BBTUD.

  2. 2. Bahlil minta antarnegara saling menghargai

    20261026_134111.jpg
    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)

    Bahlil menegaskan, pemerintah Indonesia tetap menghormati aturan dan kontrak ekspor. Meski demikian, dia meminta negara mitra dagang memperlakukan Indonesia dengan sikap yang sama.

    Menurutnya, Indonesia selama ini telah menjaga komitmen dalam hubungan perdagangan energi. Karena itu, penghormatan terhadap kontrak seharusnya berjalan beriringan dengan sikap saling menghargai di antara negara yang bekerja sama.

    "Jadi di sinilah asas kebersamaan kita. Jadi kita harus equal treatment. Indonesia ini terlalu baik, terlalu baik. Menghargai kontrak, tapi hargai juga dong, hubungan sesama antar negara, harus sama-sama menghargai," tuturnya.

  3. 3. Bahlil singgung lambang ASEAN

    ilustrasi ASEAN
    ilustrasi ASEAN (freepik.com/www.slon.pics)

    Bahlil mengingatkan hubungan antarnegara harus dibangun atas dasar kesetaraan dan saling menghormati. Dia menilai prinsip tersebut sejalan dengan semangat ASEAN yang mengedepankan kemakmuran bersama.

    "Teman-teman semua, lambang ASEAN itu padi dan kapas diikat. Itu artinya apa? Melambangkan kemakmuran bersama, penghargaan bersama. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More