AS Cabut Sebagian Tarif Impor Kanada Jelang Pemilu Sela

Pemerintah AS mencabut sebagian tarif 50 persen untuk produk Kanada, termasuk kayu lapis, kemasan, mesin pertanian, dan peralatan pendingin, efektif 30 Oktober 2026.
Pelonggaran tarif terjadi menjelang pemilu sela AS setelah lobi Senator Susan Collins, di tengah tekanan politik akibat perang dagang yang menaikkan biaya bagi warga perbatasan.
AS tetap mengenakan tarif 50 persen pada produk Kanada lain, sementara konflik dagang telah memicu tarif balasan, PHK, dan resesi teknis di Kanada.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump mencabut sebagian tarif sebesar 50 persen terhadap barang impor asal Kanada pada Jumat (23/10/2026). Keputusan ini diambil dua pekan menjelang pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) sela AS pada 3 November mendatang yang akan menentukan partai pengendali Kongres untuk sisa dua tahun masa jabatan Trump.
Pelonggaran tersebut dilakukan setelah Senator Partai Republik dari negara bagian Maine, Susan Collins, melobi Gedung Putih guna melindungi industri lokal di wilayah perbatasan AS-Kanada yang terdampak perang dagang. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 30 Oktober 2026 untuk melayani kepentingan publik dan mengimbangi beban perdagangan. Namun, pemerintah AS pada tanggal yang sama juga menetapkan tarif baru terhadap sejumlah produk Kanada lainnya untuk mengatasi perlakuan perdagangan yang dinilai diskriminatif.
1. Rincian produk yang dibebaskan dan dikenai tarif baru

Presiden AS Donald Trump saat mengumumkan kebijakan tarif. (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons) Gedung Putih menyatakan pelonggaran tarif akan mencakup lembaran kayu lapis, sejumlah produk kertas dan plastik, kotak pengemasan, mesin pertanian, serta peralatan pendingin. Collins juga mengumumkan pembebasan tarif ini berlaku untuk sembilan produk pertanian penting di Maine, termasuk bluberi, kentang, apel, serta rumput laut dan alga. Peralatan dan material khusus dari Kanada tersebut sangat dibutuhkan petani lokal karena tidak tersedia dari pemasok AS atau membutuhkan biaya besar jika harus diganti.
Para petani bluberi di Maine, misalnya, sangat bergantung pada kotak panen khusus buatan Kanada yang sesuai dengan mesin pemrosesan mereka. Selain itu, salah satu pemasok wadah kardus pertanian di AS baru-baru ini menghentikan produksinya sehingga petani tidak punya pilihan selain mengimpor dari Kanada. Sebelumnya, Collins juga telah mendesak pemerintah pusat untuk menghapus tarif garam jalan asal Kanada yang dibutuhkan wilayahnya saat musim dingin.
Di sisi lain, Gedung Putih tetap memberlakukan tarif baru sebesar 50 persen berdasarkan Pasal 338 terhadap sejumlah komoditas lain asal Kanada mulai 30 Oktober. Daftar produk baru sepanjang enam halaman tersebut mencakup karpet, katup tertentu, produk limbah, sampo, bubuk kakao, pendingin ruangan jendela, peralatan panahan, hingga kano berukuran di bawah 7,5 meter.
"Dalam pembicaraan berulang kali dengan Duta Besar Greer, Menteri Lutnick, dan pejabat senior pemerintahan lainnya, saya telah meminta keringanan tarif untuk produk-produk penting ini. Saya akan terus bekerja langsung dengan pejabat pemerintahan untuk mencari keringanan tambahan dan mendorong perjanjian perdagangan yang lebih luas dengan Kanada, tetangga, sekutu, dan mitra dagang terbesar kita," kata Collins, dilansir The Guardian.
2. Tekanan politik Partai Republik jelang pemilu sela

ilustrasi pemilihan umum (unsplash.com/ Element5 Digital) Perang dagang yang diluncurkan Trump sejak tahun lalu telah memicu kemarahan pemilih dan menempatkan kandidat Partai Republik di negara bagian perbatasan dalam posisi sulit. Maine yang berbatasan langsung dengan Provinsi New Brunswick dan Quebec di Kanada sangat bergantung pada perdagangan lintas batas untuk industri penebangan kayu, perikanan, serta lobster. Jajak pendapat menunjukkan perselisihan dagang dengan Kanada sangat tidak populer di kalangan pemilih AS dari kedua partai.
Collins yang telah menjabat di Senat selama hampir 30 tahun kini menghadapi persaingan ketat melawan kandidat Partai Demokrat yang juga mantan penebang kayu, Troy Jackson. Jackson menjadikan dampak buruk perang dagang Trump sebagai isu utama kampanyenya untuk merebut kursi Senat tersebut. Selain Collins, kandidat Senat Partai Republik dari negara bagian perbatasan Michigan, Mike Rogers, juga mendesak penghentian perang dagang karena dinilai telah menaikkan harga barang di tengah inflasi tinggi.
Partai Demokrat menilai pencabutan sebagian tarif ini merupakan pengakuan Gedung Putih bahwa kebijakan perdagangan Trump tidak disukai masyarakat. Anggota tertinggi Partai Demokrat di Komite Keuangan Senat AS, Ron Wyden, bahkan menyebut langkah itu sebagai upaya putus asa di saat terakhir untuk menyelamatkan karier politik Collins.
"Perang dagang Trump telah membuat hidup warga Maine lebih sulit dan lebih mahal. Susan Collins memungkinkan kekacauan ini, memilih untuk mengonfirmasi orang-orang di baliknya, dan sekarang menginginkan pujian karena membawa secangkir air untuk memadamkan api," ujar Jackson, dilansir BBC.
3. Dampak perang dagang dan respons pemerintah Kanada

Presiden AS Donald Trump dan PM Kanada Mark Carney (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons) Ketegangan ekonomi antara kedua negara tetangga di Amerika Utara ini memuncak sejak perundingan dagang gagal pada Agustus lalu. Trump saat itu menjatuhkan tarif 50 persen terhadap barang impor Kanada senilai 20 miliar dolar AS (sekitar Rp361,8 triliun) atau 5,5 persen dari total ekspor Kanada ke AS, mulai dari stik hoki hingga semen. Sebagai balasan, Kanada menetapkan tarif tandingan sebesar 15 persen hingga 50 persen terhadap produk AS dengan nilai setara, meski belakangan mencabut tarif produk makanan laut AS yang sempat membantu perikanan Maine.
Rentetan tarif AS sebelumnya pada sektor otomotif, baja, aluminium, dan kayu telah memukul ekonomi Kanada hingga memicu pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi ini membuat Kanada masuk ke dalam resesi teknis tahun ini setelah mengalami kontraksi ekonomi selama dua kuartal berturut-turut. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyebutkan ekspor otomotif negaranya ke AS telah turun 10 persen, sedangkan ekspor AS ke Kanada merosot lebih dari 20 persen.
Pada hari pengumuman pencabutan tarif tersebut, Trump mengklaim Kanada sangat ingin membuat kesepakatan dagang dan menyebut negara itu meraup 90 miliar dolar AS (sekitar Rp1.628 triliun) per tahun dari AS. Namun, data Perwakilan Dagang AS mencatat defisit perdagangan barang AS dengan Kanada sebenarnya berada di angka 48,3 miliar dolar AS (sekitar Rp873,9 triliun) yang sebagian besar dipicu pembelian minyak diskon asal Alberta oleh kilang AS. Di sisi lain, Menteri Perdagangan Internal Kanada, Dominic LeBlanc, menyatakan pihaknya mencatat langkah terbaru AS dan siap bekerja sama dengan iktikad baik untuk mencapai hubungan dagang yang saling menguntungkan.
"Kami bisa menandatanganinya sore ini jika AS siap. Jika harus berbulan-bulan dari sekarang atau lebih lama dari itu, atau menunggu pemerintahan lain sebelum kesepakatan yang tepat tercapai, kami akan melakukannya," tutur Carney dalam kunjungannya di Istanbul, Turki, dilansir CBC News.























