Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tol Semarang-Demak Ditargetkan Rampung Akhir 2027, Ini Progresnya

3 min read
Tol Semarang-Demak Ditargetkan Rampung Akhir 2027, Ini Progresnya
Pembangunan Tol Semarang-Demak. (Dok. Kementerian PU)
  • Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1 mencapai 79,42 persen per 22 Oktober 2026 dan terbagi dalam tiga paket pekerjaan.

  • Paket 1A memasuki tahap akhir, sedangkan Paket 1B masih menunggu proses perbaikan dan konsolidasi tanah.

  • Tol ditargetkan rampung akhir 2027, sementara tanggul di Sayung disebut membantu penanganan banjir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menargetkan pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Kaligawe-Sayung rampung pada akhir 2027. Jalan tol yang terintegrasi dengan tanggul laut itu diharapkan sudah bisa difungsikan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027.

Dody mengatakan, penyelesaian proyek tersebut tetap memperhatikan kualitas konstruksi agar jalan tol dapat digunakan dengan baik dalam jangka panjang. Kementerian PU juga mengupayakan agar pengerjaan selesai lebih cepat dari target yang ditetapkan.

"Targetnya sih akhir 2027 selesai, mudah-mudahan bisa lebih cepat. Kami upayakan. Paling tidak nanti di Nataru 2027 bisa difungsionalkan," kata Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).

  1. 1. Progres pembangunan Tol Semarang-Demak capai 79,42 persen

    IMG-20261024-WA0014.jpg
    Pembangunan Tol Semarang-Demak. (Dok. Kementerian PU)

    Progres pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1 mencapai 79,42 persen per 22 Oktober 2026. Proyek terbagi dalam tiga paket pekerjaan, dengan progres Paket 1A sebesar 97,49 persen, Paket 1B sebesar 75,22 persen, dan Paket 1C sebesar 75,68 persen.

    Paket 1B mencakup pembangunan tanggul laut dan jalan utama sepanjang 6,73 kilometer. Sementara itu, Paket 1C meliputi pembangunan kolam retensi dan sistem pompa.

    "Untuk progres sudah 79,4 persen. Sebenarnya sudah on the track. So far, bagus kok. Semua pihak support penuh, tidak ada masalah. Semua penyedia jasa lokal maupun yang dari luar juga masih semangat tinggi," ujar Dody.

  2. 2. Paket 1A memasuki tahap akhir dan Paket 1B menunggu pemadatan tanah

    IMG-20261024-WA0016.jpg
    Pembangunan Tol Semarang-Demak. (Dok. Kementerian PU)

    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengawasan pada Satuan Kerja Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak, Prasetyo Arief, menjelaskan pekerjaan Paket 1A di kawasan Kaligawe dan Sayung telah memasuki tahap akhir. Paket tersebut mencakup pembangunan Jembatan Kaligawe, jalan layang, jalan utama, dan fasilitas pendukung.

    "Untuk 1A, progresnya sudah memasuki tahap akhir. Untuk yang sudah selesai di 1A seluruh konstruksi eleveted sudah selesai, sudah tersambung sampai dengan P19 sudah nyambung dengan paket 1B," kata Prasetyo.

    Paket 1B mencakup pembangunan tanggul laut, revetment atau pelindung pantai, jalan utama, akses masuk dan keluar Terboyo, Jembatan Babon, Jembatan Sayung, area istirahat, gerbang tol, serta fasilitas lainnya.

    Pengerjaan paket ini masih bergantung pada proses perbaikan tanah. Tahapannya meliputi preloading atau pemberian beban awal pada tanah dan masa tunggu konsolidasi yang direncanakan berlangsung selama total 425 hari. Proses tersebut diperlukan untuk menjaga kestabilan tanah sebelum konstruksi berlanjut.

    Sementara itu, Paket 1C mencakup pembangunan Kolam Retensi Terboyo seluas 189 hektare dan Kolam Retensi Sriwulan seluas 28 hektare, beserta rumah pompa dan saluran pendukung. Sistem tersebut dirancang untuk menampung aliran air dari sejumlah sungai, kemudian mengalirkannya ke laut melalui Sungai Babon dengan bantuan pompa.

  3. 3. Tanggul di Sayung disebut membantu penanganan banjir

    IMG-20261024-WA0018.jpg
    Pembangunan Tol Semarang-Demak. (Dok. Kementerian PU)

    Menurut Dody, progres pembangunan secara keseluruhan menunjukkan perkembangan positif. Namun, pengerjaan di kawasan pesisir dan laut tidak bisa dipercepat tanpa mempertimbangkan kondisi tanah agar konstruksi tetap aman dan tahan lama.

    Tanah di lokasi proyek harus melalui proses konsolidasi hingga cukup padat sebelum timbunan berikutnya dikerjakan. Karena itu, sejumlah tahapan membutuhkan waktu tunggu sebelum pekerjaan dapat dilanjutkan.

    Dody juga menyampaikan keberadaan tanggul di kawasan Sayung telah membantu penanganan banjir. Kawasan tersebut dilaporkan tidak lagi mengalami banjir seperti sebelumnya setelah tanggul berdiri. Pembangunan selanjutnya akan diarahkan ke kawasan Demak melalui koordinasi dengan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) atau BOP Pantura Jawa.

    "Alhamdulillah sudah bagus. Memang tidak bisa dipercepat juga, karena ada beberapa tahapan yang harus menunggu, misalnya pemampatan lahan itu harus benar-benar mampat, baru boleh ditumpuk lagi supaya benar-benar padat sempurna," kata Dody.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More