Elon Musk Janji Bagikan Saham SpaceX ke Semua Anak di AS, Ini Nilainya

- Elon Musk berjanji membagikan satu saham SpaceX kepada setiap anak di Amerika Serikat pada tahun depan, tetapi mekanisme, kriteria penerima, dan penyerahannya belum dijelaskan.
- Dengan perkiraan 72 juta anak penerima, nilai pembagian diproyeksikan mencapai 10,5 miliar dolar AS atau Rp189,5 triliun; nilainya dapat berubah mengikuti harga saham.
- Rencana ini muncul setelah usulan Musk agar saham diberikan langsung kepada masyarakat, namun rekam jejak sejumlah komitmen filantropinya menunjukkan pelaksanaan program masih perlu dibuktikan.
Elon Musk kembali menarik perhatian publik setelah mengumumkan rencana pembagian saham SpaceX kepada anak-anak di Amerika Serikat (AS). CEO SpaceX tersebut berjanji memberikan satu saham perusahaan kepada setiap anak di AS pada tahun depan.
Jika rencana ini terlaksana, total nilai saham yang dibagikan diperkirakan mencapai 10,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp189,5 triliun. Pengumuman ini pun memunculkan pertanyaan tentang siapa saja yang berhak menerima saham dan bagaimana mekanisme pembagiannya.
Lantas, apa saja hal menarik yang perlu kamu ketahui mengenai rencana besar Elon Musk tersebut?
Table of Content
1. Elon Musk berjanji memberikan saham SpaceX kepada setiap anak

ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Ketut Subiyanto) Elon Musk mengumumkan rencana pembagian saham SpaceX melalui unggahan di platform X. Ia menyatakan akan memberikan satu saham perusahaan kepada setiap anak di Amerika Serikat pada tahun depan. Musk juga mengisyaratkan bahwa langkah tersebut merupakan awal dari serangkaian pemberian berikutnya. Namun, ia belum menjelaskan secara terperinci bagaimana pembagian saham itu akan dilakukan.
Rencana ini menarik perhatian karena SpaceX merupakan perusahaan teknologi antariksa yang mengembangkan roket dan menyediakan layanan peluncuran satelit. Melalui kepemilikan saham, penerima berpotensi ikut menikmati keuntungan ekonomi apabila nilai perusahaan meningkat.
Meski begitu, keuntungan tersebut gak bisa dijamin karena nilai investasi dapat berubah mengikuti perkembangan perusahaan. Hingga pengumuman tersebut disampaikan, mekanisme pembagian saham masih menunggu penjelasan lebih lanjut.
2. Nilai total saham yang dibagikan mencapai Rp189,5 triliun

ilustrasi roket, perusahaan teknologi luar angkasa, aerospace, SpaceX (pexels.com/iCliff Agendia) Nilai pembagian saham yang direncanakan Musk terbilang fantastis. Dengan mengacu pada harga penutupan saham SpaceX sebesar 146,03 dolar AS per lembar pada Jumat, 16 Oktober 2026, nilai satu saham setara dengan sekitar Rp2,63 juta. Jika setiap saham diberikan kepada sekitar 72 juta anak di Amerika Serikat, total nilai pembagiannya diperkirakan mencapai 10,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp189,5 triliun. Perhitungan rupiah ini menggunakan kurs acuan sekitar Rp18.047 per dolar AS pada 23 Oktober 2026.
Meski demikian, angka tersebut masih berupa estimasi, bukan nilai pasti yang akan diterima setiap anak ketika program berlangsung. Nilai saham dapat berubah mengikuti harga yang berlaku, sedangkan jumlah penerima akhirnya bergantung pada ketentuan program. Jika nilai saham meningkat, kepemilikan setiap penerima berpotensi bertambah nilainya. Sebaliknya, apabila nilai saham menurun, aset yang mereka miliki juga dapat mengalami penurunan.
3. Sekitar 72 juta anak di AS berpotensi menerima saham

ilustrasi anak kecil bermain dengan teman, bendera Amerika Serikat (pexels.com/RDNE Stock project) Data resmi kependudukan AS mencatat sekitar 72 juta penduduk berusia di bawah 18 tahun per 1 Juli 2025. Jumlah ini memberikan gambaran mengenai skala rencana pembagian saham yang diumumkan Musk. Jika setiap anak menerima satu saham, program tersebut berpotensi menjangkau puluhan juta orang. Namun, belum ada penjelasan lengkap mengenai persyaratan penerima, proses pendaftaran, ataupun cara saham akan diserahkan.
Brad Gerstner, pendiri Altimeter Capital sekaligus Invest America dan Trump Accounts, menyambut positif pengumuman tersebut. Ia bahkan mengusulkan agar saham SpaceX disalurkan melalui Trump Accounts, yaitu rekening yang dapat digunakan untuk kepentingan investasi anak-anak. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk ikut memiliki aset investasi dalam jangka panjang. Meski demikian, gagasan itu masih berupa usulan dan belum dipastikan menjadi bagian dari rencana Musk.
Bagi anak-anak yang menerima saham, kepemilikan tersebut berpotensi menjadi kesempatan untuk mengenal investasi sejak dini. Mereka dapat mempelajari bagaimana nilai sebuah perusahaan memengaruhi aset yang dimiliki. Namun, kamu perlu memahami bahwa saham memiliki risiko dan gak selalu menghasilkan keuntungan. Pengaturan kepemilikan serta pengelolaan aset bagi penerima yang masih di bawah umur juga perlu diperjelas sebelum program berjalan.
4. Janji filantropi Musk sebelumnya tidak selalu terlaksana

ilustrasi meragukan, bertanya-tanya, belum pasti, ragu (magnific.com/azerbaijan_stockers) Meski rencana pembagian saham SpaceX terdengar menjanjikan, rekam jejak Musk dalam memenuhi sejumlah komitmen filantropinya perlu diperhatikan. Salah satu contohnya berkaitan dengan OpenAI, perusahaan kecerdasan buatan yang turut ia dirikan sebagai laboratorium penelitian nirlaba. Pada 2016 hingga 2020, Musk diketahui menyumbangkan sekitar 38 juta dolar AS atau setara dengan Rp685,8 miliar kepada organisasi tersebut. Jumlah itu lebih kecil daripada komitmen awalnya yang mencapai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp18,05 triliun.
Contoh lainnya terjadi pada 2021, ketika Musk menyatakan bersedia menyumbangkan 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp108,3 triliun kepada Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP). Ia meminta organisasi tersebut menunjukkan rencana penggunaan dana untuk membantu mengatasi kelaparan dunia. WFP kemudian memublikasikan rencana bantuan bagi jutaan orang yang menghadapi ancaman kelaparan, tapi Musk tidak merealisasikan donasi sesuai janji tersebut. Riwayat ini membuat pengumuman terbarunya perlu dipandang sebagai rencana yang masih menunggu pelaksanaan.
Yayasan milik Musk juga pernah mendapat sorotan terkait pemenuhan kewajiban minimum donasi dan transparansi penyaluran dana. Pelaporan mengenai yayasan tersebut turut menimbulkan pertanyaan tentang hubungan antara kegiatan amal dan kepentingan Musk maupun perusahaan-perusahaannya. Karena itu, nilai besar yang diumumkan belum cukup untuk memastikan bahwa sebuah program akan terlaksana sesuai rencana. Kepastian pembagian saham SpaceX baru dapat dinilai setelah terdapat informasi yang jelas mengenai aturan dan pelaksanaannya.
5. Pengumuman muncul setelah Anthropic merencanakan dana manfaat publik

ilustrasi Anthropic, AI Claude, teknologi (unsplash.com/Brett Wharton) Pengumuman Musk juga muncul setelah Anthropic, perusahaan pengembang kecerdasan buatan, mengungkapkan rencana membentuk dana manfaat publik. Perusahaan tersebut berencana mengalokasikan 5 persen sahamnya untuk dana itu, dengan kemungkinan penambahan alokasi seiring meningkatnya nilai perusahaan. Rencana tersebut masih memerlukan persetujuan pemegang saham. Dana itu dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk kemungkinan pemberian donasi dan upaya menghadapi dampak perkembangan AI terhadap lapangan kerja.
Menanggapi unggahan Anthropic di X, Musk menyarankan agar saham diberikan secara langsung kepada masyarakat. Ia kemudian menyatakan akan melakukan hal serupa melalui rencana pembagian saham SpaceX. Perbedaan pendekatan ini terletak pada cara manfaat perusahaan disalurkan, yakni melalui dana khusus atau kepemilikan saham secara langsung. Namun, kedua rencana tersebut memiliki mekanisme berbeda dan belum dapat dianggap setara sebelum detail pelaksanaannya diketahui.
Di sisi lain, Musk juga menjadi perhatian karena besarnya pengeluaran untuk aktivitas politik. Ia dilaporkan telah menggelontorkan lebih dari 276 juta dolar AS atau sekitar Rp4,98 triliun untuk donasi kepada kelompok Republik sejak Juli 2026. Salah satu kontribusi terbesarnya mencakup 158 juta dolar AS atau sekitar Rp2,85 triliun kepada Senate Leadership Fund pada September melalui sebuah komite politik yang berafiliasi. Meski angka tersebut menunjukkan besarnya dana yang ia keluarkan untuk kepentingan politik, realisasi pembagian saham SpaceX tetap perlu dinilai secara terpisah.
Janji Elon Musk untuk membagikan satu saham SpaceX kepada setiap anak di Amerika Serikat berpotensi menjadi program pemberian aset berskala besar. Dengan perkiraan 72 juta penerima, total nilai saham yang dibagikan bisa mencapai 10,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp189,5 triliun menggunakan kurs 23 Oktober 2026. Meski demikian, detail mengenai kriteria penerima, mekanisme pembagian, dan jadwal pelaksanaan masih belum dijelaskan secara lengkap. Jadi, kita lihat saja apakah rencana tersebut benar-benar akan terlaksana.























