Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
RI-Irlandia Perluas Kerja Sama Ekonomi, Teknologi hingga Farmasi
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi dan Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, Sharon Lennon saat menandatangani letter of intent (LoI) mengenai pengembangan kerja sama ekonomi dan bisnis. (IDN Times/Triyan).
  • Indonesia dan Irlandia menandatangani LoI untuk memperluas kerja sama ekonomi dan bisnis, melanjutkan hubungan diplomatik 42 tahun dengan fokus pada hasil konkret.
  • Sektor prioritas mencakup teknologi digital dan AI, energi bersih, pembiayaan berkelanjutan, agrifood, farmasi, kesehatan, serta penerbangan; Indonesia menawarkan pasar besar, Irlandia membawa teknologi dan jaringan global.
  • Nilai perdagangan bilateral mencapai 228,6 juta dolar AS pada 2025 dan 145,5 juta dolar AS selama Januari-Juli 2026; IEU-CEPA diharapkan memperluas akses pasar Indonesia ke Uni Eropa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indonesia dan Irlandia memperkuat kerja sama ekonomi sebagai bagian dari upaya melanjutkan hubungan diplomatik yang telah berlangsung selama 42 tahun. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian kedua negara.

Untuk memperkuat kerja sama tersebut, kedua negara menandatangani letter of intent (LoI) mengenai pengembangan kerja sama ekonomi dan bisnis.

1. Kembangkan sektor teknologi hingga AI

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi (IDN Times/Triyan).

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi mengatakan, pemerintah melihat masih terdapat sejumlah sektor yang berpeluang dikembangkan untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi.

Beberapa sektor yang dinilai memiliki potensi kuat, antara lain teknologi digital dan akal imitasi (AI), energi terbarukan dan teknologi bersih, pembiayaan berkelanjutan, agrifood dan nutrisi, farmasi dan layanan kesehatan, serta penerbangan dan jasa terkait.

"Irlandia memiliki keunggulan di bidang teknologi digital dan telah menjadi salah satu pusat teknologi terkemuka di Eropa. Negara tersebut juga menjadi basis regional bagi sejumlah perusahaan teknologi global, seperti Google, Meta, dan Microsoft," ujarnya.

2. Irlandia memiliki keunggulan di sektor teknologi

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi dan Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, Sharon Lennon saat menandatangani letter of intent (LoI) mengenai pengembangan kerja sama ekonomi dan bisnis. (IDN Times/Triyan).

Selain teknologi, Irlandia juga dikenal sebagai salah satu pusat industri farmasi dan biofarmasi dunia.

"Bidang-bidang tersebut mencerminkan adanya komplementaritas kekuatan antara Indonesia dan Irlandia. Indonesia menawarkan pasar yang besar dan terus berkembang, kapasitas industri yang semakin kuat, serta berbagai peluang investasi," kata Edi.

Di sisi lain, Irlandia dinilai memiliki keunggulan dalam teknologi, keahlian, serta jaringan bisnis internasional yang dapat memberikan nilai tambah bagi kerja sama ekonomi dengan Indonesia.

Dengan adanya kesepakatan antarkedua negara, Edi berharap, kerja sama tersebut dapat menjadi fondasi untuk menerjemahkan berbagai prioritas bersama menjadi kerja sama konkret yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan institusi.

Lebih lanjut, Edi menyebut Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang akan datang turut membuka peluang besar bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dengan Irlandia.

Setelah mulai berlaku, sebanyak 90,4 persen pos tarif Indonesia disebut akan langsung mendapatkan tarif 0 persen. Sementara itu, tambahan 8,37 persen pos tarif akan mendapatkan penurunan tarif secara bertahap dan fasilitas tariff rate quota.

"Skema tersebut akan memperkuat akses pasar bagi berbagai produk Indonesia ke Uni Eropa, termasuk minyak sayur, alas kaki, kopi, furnitur, produk pertanian dan perikanan, hingga peralatan komunikasi," ujarnya.

3. Perdagangan bilateral pada periode Januari-Juli 2026 capai 145,5 juta dolar AS

ilustrasi perdagangan internasional (pexels.com/Julius Silver)

Selain itu, Presidensi Irlandia pada Dewan Uni Eropa selama 1 Juli-31 Desember 2026 dinilai menjadi momentum untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral sekaligus memperdalam keterlibatan Indonesia dengan Uni Eropa.

Edi berharap hubungan ekonomi Indonesia dan Irlandia ke depan tidak hanya diukur dari nilai perdagangan, tetapi juga dari kualitas investasi, inovasi, penciptaan lapangan kerja, serta transfer teknologi.

"Kami berharap dapat terus bekerja sama secara erat dengan pemerintah Irlandia, dunia usaha, serta institusi terkait untuk memastikan komitmen yang telah disepakati hari ini dapat diterjemahkan menjadi hasil ekonomi yang nyata dan memberikan manfaat bagi kedua negara," kata Edi.

Dalam catatannya, total perdagangan Indonesia dan Irlandia sepanjang 2025 mencapai 228,6 juta dolar AS. Sementara itu, perdagangan bilateral pada periode Januari-Juli 2026 telah mencapai 145,5 juta dolar AS.

"Pada tahun 2025, total perdagangan Indonesia dan Irlandia mencapai 228,6 juta dolar AS. Sementara itu, pada periode Januari hingga Juli 2026, perdagangan bilateral telah mencapai 145,5 juta dolar AS," ujar Edi.

3. Hubungan diplomasi diperkuat melalui berbagai kebijakan konkret

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi dan Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, Sharon Lennon saat menandatangani letter of intent (LoI) mengenai pengembangan kerja sama ekonomi dan bisnis. (IDN Times/Triyan).

Sementara itu, Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, Sharon Lennon menegaskan bahwa penandatanganan tersebut berfokus pada dorongan terhadap hasil konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat kedua negara.

"Namun, yang lebih penting adalah bagaimana hubungan tersebut kita wujudkan ke dalam kegiatan-kegiatan yang konkret, berorientasi pada ekonomi, dan memiliki fokus yang jelas, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara," ungkap Sharon.

Di tengah dinamika global, kedua negara berkomitmen untuk aktif memajukan kemitraan ekonomi komprehensif, perjanjian bilateral, serta perjanjian penghindaran pajak berganda.

"Kami juga memilih untuk secara aktif mendorong perjanjian perdagangan bebas yang saling menguntungkan, kemitraan ekonomi komprehensif, perjanjian bilateral, perjanjian penghindaran pajak berganda, serta hubungan ekonomi yang lebih erat," tutur Lennon.

Curated For You

Editorial Team

Related Article