Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Binance (unsplash.com/Vadim Art)
  • Peretasan Binance pada 29 Oktober 2026 diduga bermula dari kompromi laptop karyawan DevOps, memungkinkan akses sistem internal dan penarikan tanpa izin senilai sekitar US$6,3 miliar.
  • Binance menghentikan penarikan, bekerja sama membekukan aset, lalu membuka layanan bertahap pada 1 November; perusahaan menyatakan telah menutupi sekitar 95 persen aset terdampak.
  • Kasus ini menyoroti risiko hot wallet, akses internal, perlindungan private key, dan otorisasi transaksi; blockchain tidak otomatis membatalkan transaksi yang telah dikonfirmasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Peretasan Binance pada 29 Oktober 2026 menjadi pengingat bahwa bursa kripto besar tetap menghadapi ancaman keamanan digital. Insiden ini menyebabkan aset senilai sekitar US$6,3 miliar terdampak setelah pelaku berhasil mengakses sistem internal dan mengirim transaksi penarikan tanpa izin. Kasus tersebut juga memperlihatkan bahwa keamanan aset kripto juga bergantung pada sistem dan orang yang mengelolanya.

Binance mengambil sejumlah langkah untuk menangani insiden tersebut, termasuk menghentikan sementara penarikan dan bekerja sama dengan mitra industri untuk membekukan aset. Pada 1 November 2026, perusahaan mulai membuka kembali layanan penarikan secara bertahap dan menyatakan telah menutupi sekitar 95 persen nilai aset yang terdampak. Di balik proses pemulihan tersebut, ada beberapa risiko keamanan kripto yang terungkap dari kasus Binance. Hal ini perlu dipahami oleh investor maupun pengguna bursa kripto.

1. Peretasan Binance berawal dari dugaan kompromi perangkat internal

Binance (pexels.com/Bastian Riccardi)

Investigasi awal Binance menunjukkan bahwa pelaku diduga memanfaatkan laptop milik seorang karyawan bagian DevOps untuk masuk ke sistem perusahaan. DevOps merupakan bidang yang menghubungkan pengembangan perangkat lunak dengan operasional teknologi agar layanan digital dapat berjalan dan diperbarui. Akses tersebut diduga memungkinkan pelaku masuk ke service container, yaitu lingkungan terisolasi yang menjalankan aplikasi atau layanan tertentu.

Setelah memperoleh akses, pelaku diduga mengirim transaksi penarikan tanpa izin melalui sistem Binance. Perusahaan menyatakan belum menemukan bukti bahwa private key atau kunci pribadi dompet kripto telah bocor dalam insiden tersebut. Binance masih melakukan investigasi dan berencana menerbitkan laporan teknis setelah seluruh fakta terverifikasi.

2. Penyimpanan hot wallet memiliki risiko serangan digital

ilustrasi crypto wallet (kaspersky.com)

Bursa kripto menggunakan berbagai jenis dompet untuk menyimpan aset digital milik pengguna. Salah satunya adalah hot wallet, yaitu dompet kripto yang terhubung ke internet sehingga dapat memproses transaksi dengan lebih cepat. Koneksi tersebut memudahkan bursa memenuhi permintaan penarikan, tetapi juga membuat sistem penyimpanannya menghadapi risiko serangan digital.

Sebaliknya, cold wallet merupakan dompet yang menyimpan kunci akses secara luring atau tidak terus-menerus terhubung ke internet. Metode ini dapat mengurangi paparan terhadap serangan daring, meskipun pengelola tetap harus menjaga perangkat dan prosedur aksesnya. Karena itu, bursa biasanya perlu membagi penyimpanan aset antara dompet untuk kebutuhan transaksi harian dan penyimpanan yang lebih terlindungi.

3. Akses karyawan dan pengelolaan kunci pribadi menjadi titik kritis

ilustrasi orang yang bekerja (pexels.com/cottonbro studio)

Keamanan bursa kripto tidak hanya bergantung pada sistem teknologi, tetapi juga pada pengaturan hak akses setiap karyawan. Jika pelaku berhasil mengambil alih perangkat atau akun dengan kewenangan tinggi, pelaku dapat mencoba memanfaatkan akses tersebut untuk menjalankan aktivitas yang seharusnya hanya dilakukan oleh petugas berwenang. Risiko ini menunjukkan pentingnya pembatasan akses berdasarkan tugas serta pemantauan aktivitas internal.

Selain akses karyawan, pengelola bursa harus melindungi private key yang digunakan untuk mengotorisasi transaksi kripto. Kunci pribadi berfungsi seperti tanda tangan digital yang membuktikan bahwa pemilik dompet menyetujui suatu transaksi. Binance menyatakan belum menemukan bukti kebocoran kunci tersebut, sehingga dugaan kompromi perangkat dan akses internal tidak boleh langsung disamakan dengan pencurian private key.

4. Otorisasi transaksi yang lemah dapat membuka jalan bagi pencurian

ilustrasi blockchain (freepik.com/freepik)

Setiap transaksi kripto membutuhkan proses otorisasi sebelum aset berpindah dari satu alamat dompet ke alamat lainnya. Sistem bursa harus memastikan bahwa permintaan penarikan berasal dari pihak yang berwenang dan sesuai dengan aturan keamanan yang berlaku. Jika proses pemeriksaan tersebut berhasil dilewati, pelaku berpotensi mengirim aset tanpa persetujuan yang sah.

Teknologi blockchain memang mencatat transaksi secara terbuka, tetapi jaringan tersebut tidak otomatis dapat membatalkan transaksi yang sudah dikonfirmasi. Pengelola bursa karena itu perlu menerapkan pemeriksaan berlapis, seperti pembatasan jumlah penarikan, verifikasi tambahan, dan pemantauan transaksi yang tidak biasa. Kasus Binance memperlihatkan pentingnya memastikan bahwa setiap perintah dari sistem internal benar-benar sah sebelum jaringan memprosesnya.

Terdapat risiko keamanan kripto yang terungkap dari kasus Binance, mulai dari perangkat karyawan hingga proses otorisasi transaksi. Kita juga perlu memahami bahwa menyimpan aset di bursa berarti mempercayakan pengelolaan keamanan kepada pihak penyedia layanan tersebut. Karena itu, investor sebaiknya memeriksa reputasi bursa, mengaktifkan fitur keamanan akun, dan mempertimbangkan penyimpanan mandiri untuk aset yang tidak perlu digunakan dalam transaksi harian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article