Peretasan Binance pada 29 Oktober 2026 menjadi pengingat bahwa bursa kripto besar tetap menghadapi ancaman keamanan digital. Insiden ini menyebabkan aset senilai sekitar US$6,3 miliar terdampak setelah pelaku berhasil mengakses sistem internal dan mengirim transaksi penarikan tanpa izin. Kasus tersebut juga memperlihatkan bahwa keamanan aset kripto juga bergantung pada sistem dan orang yang mengelolanya.
Binance mengambil sejumlah langkah untuk menangani insiden tersebut, termasuk menghentikan sementara penarikan dan bekerja sama dengan mitra industri untuk membekukan aset. Pada 1 November 2026, perusahaan mulai membuka kembali layanan penarikan secara bertahap dan menyatakan telah menutupi sekitar 95 persen nilai aset yang terdampak. Di balik proses pemulihan tersebut, ada beberapa risiko keamanan kripto yang terungkap dari kasus Binance. Hal ini perlu dipahami oleh investor maupun pengguna bursa kripto.