Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah yang terus mendekati level Rp18 ribu per dolar Amerika Serikat (AS) dikhawatirkan memicu efek berantai ke kehidupan masyarakat.
Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, pelemahan rupiah bukan hanya berdampak pada pasar keuangan, tetapi juga langsung menekan daya beli hingga lapangan kerja. Bhima mengatakan, level Rp18 ribu per dolar AS menjadi batas psikologis baru yang perlu diwaspadai.
“Yang paling dikhawatirkan dari rupiah Rp18 ribu ini kan menembus level psikologis yang baru,” ujar Bhima kepada IDN Times, Jumat (29/5/2026).
