Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada level Rp17.612 per dolar AS pada perdagangan Senin (14/9/2026)
Berdasarkan Bloomberg, rupiah melemah hingga 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan kemarin.

Sejumlah mata uang di Asia bergerak melemah, rinciannya:
Bath Thailand melemah 0,07 persen
Rupee India melemah 0,11 persen
Pesso Filipina melemah 0,12 persen
Won Korea melemah 3,45 persen
Dolar Taiwan melemah 0,05 persen
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksilan rupiah akan kembali mendapat tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.
Pelaku pasar mencermati data inflasi AS yang lebih kuat dari perkiraan serta kenaikan harga minyak mentah dunia yang telah menembus 100 dolar AS per barel.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah data inflasi AS yg lebih kuat dari perkiraan memicu kenaikan kembali pada imbal obligasi AS," ujar Lukman.
Tak hanya perkembangan di AS, rencana pengalihan tanggung jawab pengelolaan utang dari Danantara kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pekan ini juga menjadi perhatian pelaku pasar keuangan.
"Iya (peralihan pengelolaan Whoosh dari Danantara ke Kemenkeu) ini cukup menjadi perhatian pasar, terutama terhadap rupiah, SUN, dan persepsi kredibilitas fiskal. Namun, dampak langsung terhadap rupiah kemungkinan tidak besar," tegasnya.
Dengan demikian, dia memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 17.550-Rp 17.700 per dolar AS.