Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada level Rp17.663 per dolar AS pada perdagangan Senin (7/9/2026)
Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka melemah 27 poin atau 0,15 persen.

Daftar mata uang di Asia bergerak melemah dengan rincian
Bath Thailand melemah 0,05 persen
Ringgit Malaysia melemah 0,06 persen
Yuan China melemah 0,04 persen
Pesso Filipina melemah 0,16 persen
Dolar Singapura melemah 0,09 persen
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksikan nilai tukar rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (7/9), seiring penguatan mata uang Paman Sam setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) atau nonfarm payrolls (NFP) yang lebih kuat dari perkiraan.
Meski demikian, pelemahan rupiah diperkirakan masih terbatas. Pelaku pasar cenderung bersikap wait and see sambil mencermati sejumlah sentimen domestik, termasuk rilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia yang dijadwalkan pada siang ini.
Ia menjelaskan penguatan dolar AS setelah data NFP yang lebih baik dari ekspektasi berpotensi meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Pasar juga akan mencermati arah kebijakan moneter bank sentral AS serta perkembangan data ekonomi AS berikutnya.
Di sisi domestik, rilis data cadangan devisa menjadi salah satu katalis yang akan diperhatikan investor untuk melihat ketahanan eksternal Indonesia dan potensi pergerakan rupiah selanjutnya.
"Rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.600-Rp17.700 per dolar AS pada perdagangan hari ini," jelasnya.