Ada beberapa faktor yang sedang menopang harga perak, mulai dari permintaan investor hingga kondisi pasokan yang masih ketat. Perubahan suku bunga dan nilai dolar juga dapat membuat perak semakin menarik bagi pasar. Berikut faktor penting yang perlu kita perhatikan. Yuk, simak lebih lanjut beberapa penyebab harga perak semakin terdorong naik.
Bukan Cuma Emas! Ini 4 Faktor yang Mendorong Harga Perak Naik

- Harga perak berada di sekitar US$66 per troy ounce pada pertengahan Agustus 2026, didorong kenaikan investasi fisik batangan dan koin yang diproyeksikan 18%.
- Pasar perak global diperkirakan defisit untuk tahun keenam berturut-turut pada 2026; produksi tambang naik 1% menjadi 820 juta ons, tetapi belum menutup kebutuhan.
- Permintaan elektronik, kendaraan, jaringan listrik, dan infrastruktur AI menopang perak, sementara pelemahan dolar serta ekspektasi suku bunga AS lebih rendah meningkatkan daya tariknya.
Perak kembali menjadi perhatian pasar setelah harganya bergerak di sekitar US$66 per troy ounce atau sekitar US$2,12 per gram pada pertengahan Agustus 2026. Logam ini menarik karena tidak hanya digunakan sebagai aset investasi, tetapi juga dibutuhkan dalam berbagai produk industri. Karena itu, pergerakan harga perak dipengaruhi oleh kondisi pasar keuangan sekaligus perubahan permintaan dan pasokannya.
1. Permintaan investor terhadap perak kembali meningkat

ilustrasi seorang investor (freepik.com/pressfoto) Perak tidak hanya dibeli untuk kebutuhan industri, tetapi juga menjadi pilihan ketika investor mencari aset alternatif. Pada 2026, Silver Institute memperkirakan investasi fisik dalam bentuk batangan dan koin meningkat 18 persen karena harga perak yang kuat dan ketidakpastian ekonomi kembali mendorong minat investor. Kondisi ini penting karena peningkatan pembelian investasi dapat menambah permintaan terhadap perak yang tersedia di pasar.
Minat investor juga dapat memperkuat kenaikan harga ketika pasokan tidak bertambah dengan cepat. Ketika semakin banyak orang membeli perak untuk disimpan, jumlah logam yang tersedia untuk diperdagangkan dapat ikut berkurang. Kombinasi permintaan investasi yang kuat dan pasokan yang terbatas menjadi salah satu alasan perak tetap mendapat perhatian pasar pada 2026.
2. Pasokan perak masih belum mampu memenuhi kebutuhan

ilustrasi emas dan perak (vecteezy.com/Anton Rysak) Salah satu faktor penting di pasar perak adalah adanya defisit, yaitu jumlah permintaan lebih besar daripada pasokan yang tersedia. Silver Institute memperkirakan pasar perak global akan kembali mengalami defisit pada 2026, sehingga menjadi tahun keenam berturut-turut ketika kebutuhan pasar melebihi pasokan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan produksi belum cukup untuk menutup seluruh kebutuhan perak.
Produksi tambang memang diperkirakan meningkat sekitar 1 persen menjadi 820 juta ons pada 2026. Namun, kenaikan tersebut masih lebih kecil dibandingkan kebutuhan pasar secara keseluruhan, sehingga pasar tetap bergantung pada persediaan perak yang sudah ada. Jika permintaan kembali meningkat sementara produksi sulit bertambah cepat, tekanan terhadap pasokan dapat menjadi pendorong tambahan bagi harga perak.
3. Kebutuhan industri tetap menjadi penopang penting

ilustrasi industri (pexels.com/Loïc Manegarium) Perak memiliki fungsi penting dalam berbagai produk teknologi karena mampu menghantarkan listrik dengan sangat baik. Logam ini digunakan dalam elektronik, kendaraan, jaringan listrik, serta berbagai perangkat yang membutuhkan komponen konduktif. Perkembangan pusat data dan infrastruktur AI juga ikut meningkatkan kebutuhan terhadap komponen elektronik yang menggunakan perak.
Namun, kita perlu melihat faktor ini secara lebih hati-hati karena permintaan industri perak tidak semuanya sedang meningkat. Penggunaan perak untuk panel surya justru diperkirakan menurun karena produsen berusaha mengurangi jumlah perak yang digunakan atau menggantinya dengan bahan lain. Artinya, kekuatan permintaan industri pada 2026 lebih banyak datang dari sektor seperti elektronik, kendaraan, jaringan listrik, dan infrastruktur AI.
4. Suku bunga dan dolar AS ikut menentukan daya tarik perak

ilustrasi suku bunga (pexels.com/Nataliya Vaitkevich) Pergerakan suku bunga Amerika Serikat dapat memengaruhi harga perak karena logam ini tidak menghasilkan bunga seperti deposito atau obligasi. Ketika pasar memperkirakan suku bunga akan lebih rendah, biaya peluang memegang aset tanpa bunga menjadi lebih kecil. Kondisi tersebut dapat meningkatkan minat terhadap logam mulia, termasuk perak.
Nilai dolar AS juga perlu diperhatikan karena perak diperdagangkan dalam dolar di pasar global. Dolar yang melemah biasanya membuat perak lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain sehingga dapat mendukung permintaan. Pada pertengahan Agustus, perak sempat naik 2,1 persen ketika dolar melemah dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve berkurang.
Kenaikan harga perak bukan sekadar mengikuti tren emas, tetapi juga mencerminkan kuatnya kebutuhan industri dan kondisi pasokan yang belum sepenuhnya longgar. Tekanan terhadap harga bisa tetap muncul jika permintaan terus bertahan sementara produksi sulit mengejar kebutuhan. Meski peluangnya menarik, kita tetap perlu memperhitungkan pergerakan perak yang cenderung lebih volatil dibandingkan emas.





















