Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Ditutup Lesu ke Rp17.988,5 per Dolar AS
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
  • Rupiah ditutup melemah ke Rp17.988,5 per dolar AS, turun 44,50 poin atau 0,25 persen dibanding perdagangan sebelumnya.
  • Mayoritas mata uang Asia ikut melemah sore ini, termasuk ringgit Malaysia, yuan China, rupee India, won Korea, dan dolar Singapura.
  • Analis menilai rupiah masih berpeluang menguat terbatas meski tekanan dari kenaikan harga minyak dan ketegangan geopolitik dapat membuat pergerakannya tetap fluktuatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hari Kamis uang rupiah jadi lemah dan nilainya jadi Rp17.988,5 untuk satu dolar Amerika. Banyak uang di negara Asia juga ikut lemah, seperti uang Malaysia, China, India, Korea, dan Singapura. Kata Pak Lukman, nanti rupiah bisa naik sedikit tapi tidak banyak karena harga minyak dunia naik dan ada masalah di Timur Tengah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Meskipun rupiah ditutup melemah, artikel ini menunjukkan bahwa kondisi tersebut terjadi seiring pelemahan mayoritas mata uang Asia, menandakan tekanan eksternal yang bersifat regional. Selain itu, analis masih melihat peluang penguatan terbatas bagi rupiah, mencerminkan adanya potensi stabilitas dan respons positif pasar terhadap dinamika global yang sedang berlangsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pergerakan rupiah di pasar spot ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (11/6/2026). Mata uang Garuda menyentuh level Rp17.988,5 per dolar AS

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 44,50 poin atau 0,25 persen dari sehari sebelumnya.

1. Rincian pergerakan mata uang di Asia kompak melemah sore ini

Di Asia, mayoritas mata uang melemah, rinciannya

  • Ringgit Malaysia melemah 0,02 persen

  • Yuan China melemah 0,03 persen

  • Rupee India melemah 0,47 persen

  • Won Korea melemah 0,60 persen

  • Dolar Singapura melemah 0,02 persen

2. Masih ada potensi rupiah menguat secara terbatas

Analis Pasar Uang, Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan mendatang.

Namun, ruang penguatan diperkirakan terbatas seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.

3. Muncul kekhawatiran gangguan pasokan energi global

Selain itu, lonjakan harga minyak mentah akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi global juga dapat memberikan tekanan terhadap rupiah. Pasalnya, Indonesia masih menjadi negara pengimpor minyak sehingga kenaikan harga minyak berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan dan meningkatkan kebutuhan valuta asing.

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas terhadap dolar AS.

Curated For You

Editorial Team

Related Article