Rupiah Ditutup Melemah, Imbas Antisipasi Kenaikan Suku Bunga AS

Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (4/1/2022).
Dikutip dari Bloomberg, rupiah melemah 48 poin ke level Rp14.313 per dolar AS sore ini. Pada penutupan sebelumnya, rupiah berada di level Rp14.265 per dolar.
1. Rupiah melemah dua hari beruntun

Pelemahan rupiah sore ini melanjutkan pelemahan yang terjadi di perdagangan awal pekan kemarin.
Dikutip dari Bloomberg, rupiah melemah 3 poin ke level Rp14.265 per dolar AS pada Senin sore dari level penutupan sebelumnya di Rp14.262 per dolar.
2. Pelemahan rupiah sesuai prediksi analis

Pelemahan rupiah sore ini sesuai prediksi analis. Pagi tadi, Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra mengatakan rupiah berpotensi melemah lagi sore ini.
“Rupiah mungkin masih melemah terhadap dolar AS hari ini dengan meningkatnya yield obligasi pemerintah AS,” ujar Ariston.
Ariston mengatakan peningkatan yield ini mungkin dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap inflasi di AS dan ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga acuan AS yang lebih cepat dari proyeksi. Yield obligasi tenor 10 tahun kembali menembus ke atas 1,6 persen setelah sekitar 1 bulan bertahan di bawah kisaran tersebut.
“Peningkatan yield ini bisa mendorong penguatan dollar AS,” katanya.
3. Pelemahan rupiah terbatas

Di sisi lain, Ariston menyebut pelemahan rupiah sore ini bisa terbatas karena minat pasar terhadap aset berisiko juga terlihat meningkat. Indeks saham Asia terlihat bergerak positif pagi ini mengikuti penutupan positif indeks saham AS.
“Sentimen terhadap risiko yang meninggi ini bisa menahan pelemahan nilai tukar rupiah,” katanya.



















