324 Hunian Relokasi Warga Bantaran Rel Senen Mulai Dibangun

- Pemerintah mulai membangun 324 unit hunian relokasi bagi warga bantaran rel Senen dengan fasilitas ruang terbuka, hasil kolaborasi antara Kementerian PKP dan PT Angkasa Pura.
- Proyek dikerjakan oleh BUMN konstruksi seperti Hutama Karya, PT PP, dan WIKA dengan target selesai 15 Juni 2026, menyediakan hunian tapak sesuai kebutuhan warga.
- Program relokasi akan diperluas ke Tanah Abang dan Kampung Bandan sebagai bagian dari penataan kawasan bantaran rel di Jakarta.
Jakarta, IDN Times - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan, sebanyak 324 unit hunian akan dibangun untuk merelokasi warga yang tinggal di bantaran rel kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Proyek tersebut direncanakan mencakup penyediaan fasilitas ruang terbuka yang ditujukan untuk menunjang kenyamanan warga, terutama anak-anak. Pembangunan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan memanfaatkan lahan milik PT Angkasa Pura.
“Totalnya ada 324 unit yang akan dibangun di sini. Kemudian juga akan ada ruang terbuka untuk bermain anak-anak. Jadi ini merupakan kerja sama yang baik, tanahnya milik Angkasa Pura dan pembangunan dilakukan secara kolaboratif,” kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2026).
1. Pemerintah gerak cepat tindak lanjuti pembangunan

Langkah percepatan diambil sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi yang berlangsung di Gedung BP BUMN. Dia pun memberikan apresiasi atas kesiapan jajaran BP BUMN dan pihak terkait yang telah memulai tahapan pembangunan di lapangan.
Menurut Maruarar, saat ini proses pembangunan telah memasuki tahap pembersihan lahan (clearing). Dia mengaku puas melihat progres yang berjalan cepat, termasuk pengerahan tenaga kerja dan penyusunan rencana desain yang sudah terukur dengan jelas.
"Prosesnya sudah berjalan, bahkan sudah ada yang mulai clearing. Pegawai juga sudah mulai bekerja dan gambarnya juga sudah diberikan dengan rencana yang jelas," paparnya.
2. Hunian ditargetkan rampung 15 Juni 2026

Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyatakan proses pembangunan hunian telah berjalan sesuai dengan komitmen awal. Sejumlah BUMN konstruksi, yakni Hutama Karya, PT PP, dan WIKA, telah diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat pengerjaan proyek tersebut.
"Kurang lebih 470 orang kita turunkan di lokasi ini. Target penyelesaian kita tanggal 15 Juni 2026 dan bisa segera diserahkan kepada warga yang membutuhkan,” ujar Dony.
Dia menegaskan bangunan yang disediakan berupa hunian tapak, bukan rumah susun, demi menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang direlokasi. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal layak sekaligus menata kawasan bantaran rel. Kolaborasi antara instansi diharapkan mampu mempercepat penataan tersebut.
3. Relokasi berlanjut ke Tanah Abang dan Kampung Bandan

Rencana relokasi warga bantaran rel dipastikan tidak berhenti di kawasan Senen saja. Maruarar mengonfirmasi agenda serupa akan dilakukan di beberapa lokasi lain di Jakarta.
Sebagai langkah awal perluasan program tersebut, Maruarar bersama Kepala BP BUMN dijadwalkan meninjau lahan milik PT KAI di kawasan Tanah Abang dan Kampung Bandan pada Minggu sore mendatang.
"Ini kolaborasi yang baik sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar kita bekerja cepat sehingga warga yang tinggal di bantaran rel bisa segera menempati hunian yang layak,” kata Maruarar.



















