Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PMI Manufaktur Menurun, tapi Fundamental Ekonomi Diklaim Tetap Solid

PMI Manufaktur Menurun, tapi Fundamental Ekonomi Diklaim Tetap Solid
Ilustrasi karyawan manufaktur dalam pabrik (unsplash/Remy Gieling)
Intinya Sih
  • PMI Manufaktur Indonesia turun ke 50,1 pada Maret 2026 akibat melemahnya permintaan dan kenaikan biaya input, namun sektor ini tetap ekspansif berkat stabilitas permintaan domestik.
  • Sentimen bisnis tetap positif dengan dukungan konsumsi Ramadan, pertumbuhan penjualan otomotif dan semen, serta inflasi yang terkendali di level 3,5 persen berkat kebijakan pemerintah menjaga daya beli.
  • Neraca perdagangan mencatat surplus 1,27 miliar dolar AS selama Februari 2026, menandakan kekuatan ekspor komoditas utama dan peningkatan impor bahan baku untuk mendukung produksi serta investasi domestik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah terus menjaga stabilitas dan ketahanan perekonomian nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Pada Maret 2026, kinerja sektor manufaktur Indonesia masih berada di zona ekspansif, meskipun mengalami perlambatan. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang tercatat sebesar 50,1, turun dari 53,8 pada bulan sebelumnya.

"Penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya permintaan baru dan ekspor, serta meningkatnya biaya input akibat kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok global. Meski demikian, sektor manufaktur tetap menunjukkan ketahanan yang kuat, didukung oleh stabilitas permintaan domestik dan optimisme pelaku usaha," ungkap Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).

Table of Content

1. Sektor manufaktur disebut masih memiliki daya tahan yang tinggi

1. Sektor manufaktur disebut masih memiliki daya tahan yang tinggi

PMI Manufaktur Menurun, tapi Fundamental Ekonomi Diklaim Tetap Solid
Ilustrasi Kondisi Pabrik Sektor Manufaktur Otomotif. (Unsplash/Appliances)

Febrio mengeklaim ketahanan sektor manufaktur mencerminkan kemampuan ekonomi Indonesia dalam menghadapi berbagai tekanan eksternal.

"Dengan adanya beberapa tantangan seperti kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok internasional akibat eskalasi geopolitik global, serta libur dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional, PMI tetap di zona ekspansi. Hal ini menegaskan ketahanan fundamental sektor manufaktur nasional dan upaya pemerintah untuk terus antisipatif terhadap risiko ke depan,” ujar Febrio.

2. Sentimen bisnis masih positif ditopang permintaan global

PMI Manufaktur Menurun, tapi Fundamental Ekonomi Diklaim Tetap Solid
ilustrasi pekerja manufaktur (Freepik/aleksandarlittlewolf)

Sentimen bisnis juga tetap positif seiring prospek permintaan global yang membaik. Sejumlah mitra dagang utama seperti Vietnam, Filipina, China, India, dan Amerika Serikat masih mencatatkan ekspansi manufaktur. Bahkan kawasan Eropa mulai menunjukkan pemulihan, memberikan peluang bagi peningkatan ekspor Indonesia.

Dari sisi domestik, aktivitas ekonomi tetap solid. Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2026 tumbuh 6,9 persen (year on year/yoy), didorong konsumsi selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Sektor otomotif turut menguat, dengan penjualan mobil tumbuh 12,2 persen (yoy) dan sepeda motor tetap positif. Aktivitas sektor riil juga terlihat dari pertumbuhan penjualan semen sebesar 5,3 persen serta meningkatnya konsumsi listrik sektor industri dan bisnis. Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level optimis 125,2.

Stabilitas harga juga tetap terjaga. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret 2026 tercatat 3,5 persen(yoy), menurun dari bulan sebelumnya. Penurunan ini didorong oleh meredanya tekanan pada komponen harga yang diatur pemerintah dan pangan bergejolak. Upaya pemerintah seperti operasi pasar, pengawasan distribusi, serta pemberian bantuan dan insentif turut menjaga daya beli masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

"“Terjaganya inflasi selama periode Ramadan dan Idul Fitri turut didukung upaya Pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan, seperti insentif diskon transportasi, bantuan pangan, serta pengendalian inflasi dengan operasi pasar, intervensi harga, dan pengawasan distribusi,” ucap Febrio.

3. Surplus neraca dagang sebesar 1,27 miliar dolar AS

PMI Manufaktur Menurun, tapi Fundamental Ekonomi Diklaim Tetap Solid
Robot Manufaktur (Sumber : https://www.freepik.com)

Dari sektor eksternal, kinerja ekonomi tetap kuat dengan surplus neraca perdagangan sebesar 1,27 miliar dolar AS pada Februari 2026, melanjutkan tren surplus selama 70 bulan berturut-turut. Ekspor didorong oleh komoditas unggulan seperti besi dan baja, minyak nabati, dan bahan bakar mineral, sementara peningkatan impor bahan baku dan barang modal mencerminkan penguatan produksi dan investasi domestik.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat langkah antisipatif melalui berbagai kebijakan strategis. Fokus diarahkan pada mitigasi risiko geopolitik global, penguatan ketahanan energi, percepatan transformasi digital, serta perbaikan iklim investasi melalui penyelesaian hambatan usaha (debottlenecking).

"Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More