Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Apa Pemicunya?

1. Faktor eksternal yang memengaruhi rupiah

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, menguatnya rupiah dipengaruhi sentimen stimulus Amerika Serikat. Di mana Presiden terpilih AS Joe Biden menguraikan proposal paket stimulus senilai 1,9 triliun dolar AS untuk memulai ekonomi yang dilanda virus selama minggu sebelumnya.
"Investor menunggu komentar dari calon Menteri Keuangan Janet Yellen, tentang langkah-langkah stimulus AS dan dolar selama sidang konfirmasi Senatnya di kemudian hari," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Selasa (19/1/2021).
2. Faktor dari dalam negeri

Sementara dari dalam negeri, rupiah terdorong oleh sentimen konsumsi masyarakat di awal tahun 2021 yang kembali meningkat walaupun secara bersamaan Pemerintah memberlakukan PSBB Diperketat di Jawa –Bali dibulan Januari 2021.
"Membaiknya konsumsi masyarakat didukung oleh kehadiran Pemerintah yang terus menggelontorkan stimulus, dan kebijakan Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga kredit, serta di bulan Desember 2020 perbankan sudah membuka kran kreditnya, membuat masyarakat dan pengusaha bisa kembali mendapatkan kredit dari perbankan dan ini bisa menjadi tanda-tanda perekonomian akan kembali menggeliat," Ibrahim memaparkan.
3. Pergerakan rupiah hari ini

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah hari ini bergerak pada level Rp14.065 hingga Rp14.094 per dolar AS.
Rupiah juga terpantau melemah terhadap mata uang lain seperti dolar Australia, yuan China, euro, yen Jepang, won Korea, dan lainnya.



















