Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) menjadi momentum penting bagi bank sentral untuk menjaga kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, siapa pun yang akan memimpin BI ke depan harus memastikan arah kebijakan moneter tetap konsisten sehingga tidak menimbulkan gejolak di pasar keuangan.
Ibrahim mengatakan, fokus utama BI saat ini tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sebagai fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Di tengah dinamika pasar global yang masih dipengaruhi arah kebijakan suku bunga AS dan ketegangan geopolitik, stabilitas rupiah dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga inflasi tetap terkendali.
"Pasar akan melihat apakah kebijakan Bank Indonesia tetap konsisten setelah adanya pergantian kepemimpinan. Yang paling penting adalah menjaga kredibilitas bank sentral agar kepercayaan investor tidak terganggu," ujar Ibrahim.