Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan, pergerakan rupiah yang menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini seiring pelemahan dolar AS setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) memperbesar operasi pembelian kembali atau buyback obligasi jangka panjang.
Departemen Keuangan AS menggandakan ukuran operasi buyback untuk surat utang tenor panjang menjadi 4 miliar dolar AS per operasi, dari sebelumnya 2 miliar dolar AS. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan likuiditas di pasar obligasi AS.
"Rupiah menguat seiring pelemahan tajam pada dolar AS itu sendiri setelah Departemen Keuangan mengumumkan rencana untuk menggandakan operasi buyback," kata Lukman.