Kementerian PU Butuh Rp906 Miliar buat Penanganan Gempa NTT

- Kementerian PU mengusulkan Rp906,46 miliar untuk penanganan dampak gempa di NTT.
- Dana yang tersedia sementara digunakan untuk tanggap darurat karena BNPB menghadapi keterbatasan dana.
- Penanganan mencakup air, jalan, jembatan, SPAM, fasilitas ibadah, pendidikan keagamaan, dan kesehatan.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengusulkan anggaran Rp906,46 miliar untuk menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Anggaran itu terdiri dari Rp109,78 miliar untuk tanggap darurat dan Rp796,68 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, kementeriannya menggunakan anggaran yang tersedia buat membiayai penanganan darurat. Langkah itu diambil karena anggaran tanggap darurat seharusnya dibiayai BNPB, tetapi BNPB menghadapi keterbatasan dana.
"Jadi saya pakai dana-dana yang ada saja. Mungkin untuk tanggap darurat sementara waktu kita alokasikan hampir sekitar Rp100-an miliar pertama," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Kamis (20/8/2026).
1. Penanganan darurat pada infrastruktur air

Ilustrasi Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (5/12/2023). (Dok. Kementerian PUPR) Pada sektor sumber daya air, Kementerian PU melakukan monitoring dan pengecekan terhadap infrastruktur yang terdampak gempa. Infrastruktur yang terdampak meliputi satu daerah irigasi, satu bendungan, dua bendung, dan satu titik air tanah.
Selain pemeriksaan, Kementerian PU menyalurkan 19.400 liter air bersih ke wilayah terdampak. Penanganan juga didukung 13 ekskavator, satu drilling rig, dan dua truck crane.
2. Penanganan darurat pada infrastruktur jalan dan jembatan

Jalan Nasional di Flores kembali fungsional pascagempa. (Dok. Kementerian PU) Pada sektor Bina Marga, penanganan dilakukan dengan membersihkan material longsoran dari badan jalan, menimbun agregat, serta memasang pelat besi pada expansion joint jembatan.
Sembilan ruas jalan nasional yang terdampak telah kembali fungsional. Lima jembatan nasional juga terdampak, terdiri dari empat jembatan dan satu duiker, dengan total 72 titik kerusakan.
Kementerian PU memobilisasi tiga jembatan Bailey dan memasangnya di Jembatan Waipesi. Pemasangan Bailey ditargetkan selesai pada minggu kedua September. Penanganan didukung 2.100 kawat bronjong, tujuh ekskavator, dan empat loader.
3. Penanganan darurat pada infrastruktur cipta karya

Pekerja berjalan di dekat bangunan Kantor Bupati Manggarai yang mengalami kerusakan akibat gempa di Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8/2026). Hingga Minggu (16/8) sore tercatat lebih dari 2.000 unit bangunan mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah NTT yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf) Di sektor Cipta Karya, Kementerian PU mengidentifikasi kebutuhan penanganan mendesak dan menyiapkan persediaan barang serta peralatan tanggap darurat. Perbaikan dilakukan pada SPAM Ende. Kementerian PU juga menyalurkan air bersih melalui mobil tangki dan hidran umum.
Infrastruktur yang terdampak meliputi satu TPA, dua IPLT, enam SPAM, dan lima kantor pemerintahan. Penanganan didukung tiga mobil tangki air dan 16 hidran umum.
4. Penanganan darurat pada prasarana strategis

Kondisi Puskesmas di Manggarai usai gempa NTT, Minggu (16/8/2026)/IDN Times Dini Suciatiningrum Pada prasarana strategis, penanganan dilakukan dengan membersihkan puing-puing pada infrastruktur terdampak serta mengidentifikasi tingkat kerusakannya.
Terdapat 12 fasilitas pendidikan keagamaan, 58 fasilitas ibadah, dan 211 fasilitas kesehatan yang terdampak gempa. Kementerian PU belum mencantumkan alat berat, alat pendukung, maupun material untuk penanganan prasarana strategis tersebut.
Khusus fasilitas kesehatan, Kementerian PU melakukan asesmen terhadap sejumlah rumah sakit melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Rumah sakit besar seperti di Komodo masih dinilai dalam kondisi baik, sementara beberapa rumah sakit lain membutuhkan renovasi.
"Beberapa rumah sakit memang harus direnovasi antara ringan, sedang, dan berat. Ini proses proses assesment sedang berlangsung," kata Dody.



















