Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah stagnan di level Rp18.156 per dolar AS pada awal perdagangan Selasa.

  • Rupiah berpeluang menguat terbatas karena penurunan harga minyak mentah dunia.

  • Investor berhati-hati menanti agenda ekonomi, pemilu paruh waktu AS, dan mencermati lemahnya sentimen pasar ekuitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2/11/2026

Rupiah berada pada level sebelumnya dalam perdagangan Senin.

3/11/2026

Pada awal perdagangan Selasa, rupiah tercatat stagnan terhadap dolar Amerika Serikat.

09.15 WIB

Data Bloomberg menunjukkan rupiah berada di level Rp18.156 per dolar AS tanpa perubahan.

pekan ini

Investor berhati-hati karena sejumlah agenda dan rilis data ekonomi, serta mencermati pemilu legislatif paruh waktu AS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Nilai tukar rupiah stagnan di level Rp18.156 per dolar AS pada awal perdagangan.
  • Who?
    Rupiah, investor, dan pengamat pasar uang Lukman Leong menjadi perhatian dalam pergerakan kurs.
  • Where?
    Pergerakan nilai tukar tercatat di pasar valuta asing, dengan data Bloomberg sebagai acuan.
  • When?
    Awal perdagangan Selasa (3/11/2026), berdasarkan data hingga pukul 09.15 WIB.
  • Why?
    Investor berhati-hati karena agenda dan rilis data ekonomi, pemilu paruh waktu AS, serta sentimen pasar ekuitas yang lemah.
  • How?
    Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rupiah tidak naik atau turun saat dipakai membandingkan uang dengan dolar Amerika. Lukman Leong bilang rupiah mungkin naik sedikit, tetapi masih bergerak dalam jarak sempit. Investor sedang menunggu data ekonomi dan pemilu paruh waktu di Amerika. Rupiah diperkirakan bergerak di sekitar Rp18.100 sampai Rp18.200.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pergerakan rupiah yang masih berada dalam rentang relatif sempit memberi gambaran bahwa perubahan kurs berlangsung terbatas pada awal perdagangan. Selain itu, penurunan harga minyak mentah dunia dan harapan pembicaraan damai di Timur Tengah menjadi faktor yang mendukung peluang penguatan rupiah, meski diperkirakan hanya terbatas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat tidak bergerak alias stagnan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.15 WIB, rupiah berada di level Rp18.156 per dolar AS, tanpa perubahan. Posisi tersebut menunjukkan nilai tukar rupiah belum bergerak dari level sebelumnya pada perdagangan Senin (2/11/2026).

1. Rupiah berpeluang menguat terbatas

Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif dalam rentang yang relatif sempit. Meski begitu, rupiah memiliki peluang untuk menguat secara terbatas, salah satunya didukung penurunan harga minyak mentah dunia.

Penurunan harga minyak tersebut dipengaruhi harapan adanya pembicaraan damai untuk meredakan konflik di Timur Tengah.

"Rupiah diperkirakan masih berfluktuatif dalam rentang ketat dengan potensi menguat terbatas didukung oleh penurunan harga minyak mentah dunia yang cukup besar oleh harapan pembicaraan damai Timur Tengah," kata dia.

2. Investor masih menunggu pemilu paruh waktu AS

Di sisi lain, Lukman menilai investor masih cenderung berhati-hati karena pekan ini dipenuhi sejumlah agenda dan rilis data ekonomi. Pelaku pasar juga mencermati pemilihan legislatif paruh waktu atau midterm elections di Amerika Serikat.

Pemilu paruh waktu AS merupakan pemilihan anggota Kongres yang digelar di tengah masa jabatan presiden. Hasilnya dapat mengubah komposisi kekuatan politik di parlemen.

"Investor umumnya masih berhati-hati di tengah minggu yang padat data ekonomi dan juga mengantispasi pemilu legislatif paruh waktu AS," ujarnya.

3. Proyeksi pergerakan rupiah sepanjang perdagangan

Pergerakan rupiah juga masih dipengaruhi kondisi pasar saham atau ekuitas. Menurut Lukman, sentimen di pasar ekuitas masih lemah sehingga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah.

"Pergerakan rupiah juga masih akan didikte oleh sentimen di pasar ekuitas yang masih lemah," tuturnya.

Lukman memperkirakan mata uang Garuda bakal bergerak dalam kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS pada perdagangan Selasa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article