Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Lesu ke Rp18.083 per Dolar AS dipicu Mundurnya Perry Warjiyo

Rupiah Lesu ke Rp18.083 per Dolar AS dipicu Mundurnya Perry Warjiyo
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
Intinya Sih

  • Rupiah ditutup melemah 74 poin atau 0,41 persen ke Rp18.083 per dolar AS pada Selasa, dari posisi Rp18.009 pada perdagangan sebelumnya.
  • Sentimen domestik dari pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia disebut memicu tekanan rupiah, sementara pasar mencermati dampak transisi kepemimpinan bank sentral.
  • Tekanan eksternal datang dari penguatan dolar AS akibat ekspektasi The Fed tetap hawkish dalam rapat FOMC, dengan pasar menanti petunjuk arah suku bunga AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah ditutup melemah hingga akhir perdagangan pada Selasa (28/7/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp18.083 per dolar AS.

Bila dirinci, rupiah melemah hingga 74 poin atau 0,41 persen dibandingkan penutupan rupiah kemarin di level Rp18.009 per dolar AS.

1. Daftar rincian pergerakan mata uang di Asia

Berdasarkan Bloomberg, hanya sedikit mata uang yang alami pelemahan, rinciannya:

  • Bath Thailand melemah 0,13 persen
  • Ringgit Malaysia melemah 0,06 persen
  • Yuan China melemah 0,05 persen
  • Dolar Taiwan melemah 0,34 persen
  • Dolar Singapura melemah 0,15 persen

2. Rupiah melemah karena pengunduran diri Perry Warjiyo

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) karena dipengaruhi sentimen domestik menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI), di tengah penguatan dolar AS secara global.

Ia engatakan pasar masih mencermati dampak transisi kepemimpinan di bank sentral. Menurutnya, kabar pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi salah satu sentimen negatif bagi rupiah pada perdagangan hari ini.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen negatif oleh pengunduran diri Warjiyo sebagai Gubernur BI," kata Lukman kepada IDN Times.

3. Rupiah masih akan tertekan besok karena ekspektasi sikap hawkish The Fed

Selain faktor domestik, tekanan terhadap rupiah juga datang dari eksternal. Dolar AS masih bergerak menguat karena pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan sikap hawkish dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Lukman menilai ekspektasi tersebut masih berpotensi membatasi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

"Rupiah masih berpotensi tertekan oleh dolar AS yang masih menguat karena ekspektasi sikap hawkish The Fed dalam pertemuan FOMC besok," ujarnya.

Pelaku pasar kini menanti hasil rapat FOMC untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah suku bunga acuan AS ke depan. Keputusan dan pernyataan The Fed diperkirakan akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More